Randi Daud, Wakil Rakyat yang Terus Bekerja Lewat Kritik Konstruktif

Anggota DPRD Kota Kupang asal Partai Golkar, Randi Daud

Kupang, inihari.co- Sejak resmi menjabat sebagai anggota DPRD Kota Kupang periode 2024-2029, Randi Daud, S.ST telah membuktikan bahwa kehadirannya sebagai wakil rakyat bukan sekadar simbolik.

Dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Kupang 5 (meliputi kawasan Kota Raja dan Kota Lama), Randi meraih suara sah 1.105 suara pada Pemilu 2024.

Pencapaian ini menjadikannya wakil dari Golkar di DPRD Kota Kupang yang memiliki tanggung jawab besar untuk menyalurkan aspirasi masyarakat di dapilnya.

Randi secara terbuka menyatakan bahwa Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang mendukung penuh kerja Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis dalam menjalankan visi dan misi pemerintahan kota. Namun, menurutnya, dukungan tersebut tidak menjadikan posisinya pasif.

Ia menegaskan bahwa kritik yang konstruktif penting agar setiap kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat lebih efisien, tepat sasaran, dan menghindari potensi penyalahgunaan anggaran.

Tujuan utama dari kritik yang disampaikannya adalah agar kebijakan publik tidak menjadi beban bagi masyarakat, memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemkot, serta mendorong pemerataan pembangunan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat di semua sudut kota.

Beberapa inisiatif kritis dan masukan positif yang disampaikan Randi Daud, diantaranya:

Ia mengkritisi rencana pemasangan lampu jalan di Taman Nostalgia yang dinilainya tidak efisien dan kurang prioritas, sementara sejumlah area pemukiman di Maulafa dan Alak masih gelap dan butuh perhatian lebih mendesak.

Dalam konteks APBD, melalui Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang, Randi bersama rekan menyuarakan bahwa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) harus diarahkan kepada kebutuhan rakyat, bukan digunakan untuk hal-hal yang kurang menjadi prioritas.

Ia juga ikut mendorong agar penunjukan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif berasal dari internal Pemkot Kupang, agar pejabat yang betul-betul memahami birokrasi lokal dapat dipercaya memimpin administrasi kota.

Melalui rangkaian kritik tersebut, Randi tidak sekadar menyampaikan kekurangan, melainkan turut menawarkan solusi agar penggunaan anggaran lebih optimal dan pembangunan lebih menyasar ke kebutuhan warga.

Menatap ke depan, Randi Daud berharap agar pembangunan di Kota Kupang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, melainkan juga menyentuh aspek ekonomi rakyat, pemberdayaan UMKM, serta kesejahteraan keluarga di setiap kelurahan.

Ia meyakini bahwa kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat menjadi kunci agar Kupang tumbuh sebagai kota yang adil, produktif, dan berkelanjutan.

“Kerja wakil rakyat bukan hanya memberi suara di gedung parlemen, tetapi mendampingi dan mengawal agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh rakyat kecil. Kalau itu bisa terjadi, saya yakin Kupang akan makin maju dan masyarakatnya makin makmur,” ujar Randi penuh optimisme. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait