Camat dan Lurah Se- Kecamatan Alak Sisipkan Uang Pribadi Perbulan Untuk Bantu Cegah Stunting

Camat Alak, Adhi Palli

Kupang, inihari.co- Untuk mencegah sekaligus menangani Stunting di wilayah Kecamatan Alak, Kota Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT), Camat Alak- Adhi Palli dengan inisiatif pribadi memprakarsai Sumbangan Kasih yakni Gerakan Sisip Pendapatan Camat dan Lurah se- Kecamatan Alak Bagi Bayi Stunting yang ada di 12 Kelurahan di wilayah Kecamatan Alak.

Gerakan yang lahir berdasarkan niat tulus Camat Alak dalam melayani masyarakat ini telah mendapat sambutan baik dari 12 Lurah di wilayahnya, yakni oleh Lurah Alak, Batuplat, Fatufeto, Mantasi, Manulai 2, Manutapen, Naioni, Namosain, Nunbaun Delha, Nunbaun Sabu, Nunhila, dan Lurah Penkase Oeleta.

Hingga bulan Juli 2024, Sumbangan Kasih tersebut sudah berjalan selama 4 kali sejak bulan April lalu. Masing-masing besaran sumbangan dasar bulanan yang dipatok, diantaranya, Camat 100 ribu rupiah, Lurah masing-masing @50 ribu rupiah, Kepala Seksi Kecamatan/Kelurahan @15 ribu rupiah, PNS Non Jabatan Kecamatan/Kelurahan @10 ribu rupiah, dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kecamatan/Kelurahan masing-masing @5 ribu rupiah per bulan.

“Besaran tersebut dapat ditingkatkan tergantung masing-masing pribadi yang mungkin ingin memberikan lebih sumbangannya bagi penanganan dan pencegahan Stunting di wilayah Kecamatan Alak,” kata Camat Alak – Adhi Palli, Selasa (09/07/2024).

Menurut Adhi Palli, Sumbangan Kasih ini telah memberi dampak positif yang nyata bagi perkembangan anak penderita Stunting yang ada di wilayah Kecamatan Alak. Jumlah Stunting menjadi menurun, baik yang telah lolos usia emas 5 tahun hingga yang benar-benar sembuh walau usia di bawah 2 tahun.

“Jadi awalnya itu saya jalan pantau dari rumah ke rumah yang ada di 12 Kelurahan di Kecamatan Alak. Saya temukan bahwa di balik rumah-rumah batu dan rumah mewah di sepanjang jalan umum maupun lingkungan, ternyata banyak sekali rumah-rumah sangat sederhana dan bahkan masuk kategori kumuh di Kecamatan Alak. Dari situ saya dapati Stunting ternyata berasal dari keluarga-keluarga tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, jika tidak ada gebrakan yang dibuat dan hanya berharap program pemerintah maka Stunting di Kecamatan Alak dan Kota Kupang secara keseluruhan tidak akan tertangani secara baik dan bisa saja terus mengalami peningkatan. Apalagi selama ini hanya ada sejumlah sosialisasi tentang Stunting yang dilakukan di hotel-hotel mewah dengan anggaran yang besar namun penerapan di lapangan terkesan kurang.

Dana Pemberdayaan Masyarakat (PEM) yang dikelola di masing-masing Kelurahan juga dinilai Adhi Palli belum memberi dampak yang signifikan bagi penanganan Stunting di masyarakat. Hal itu karena pengelolaan yang terkesan belum maksimal, ditambah peruntukkan yang terkadang tidak sesuai sasaran.

Khusus untuk pengelolaan dana PEM, Adhi Palli mengaku, dengan kewenangan terbatas dirinya tetap mengingatkan para Lurah dan LPM agar dalam mengelola dana Pem harus memiliki progres yang jelas dan pemanfaatannya sesuai peruntukan. Penerima manfaat harus benar-benar orang yang tepat. Harus ada keadilan sosial dalam pengelolan dana PEM bagi masyarakat.

“Contohnya yang berkuku panjang dan bergelang emas, jangan diberikan ketika pengajuannya untuk usaha bedeng sayur. Sebab tidak masuk akal jika berkuku panjang dan bergelang emas bercocok tanam. Mereka mungkin lebih cocok di tempat kecantikan atau minimal kios,” terangnya.

Dirinya berharap, dengan hal kecil berupa Sumbangan Kasih yang sudah berjalan 4 bulan ini, dapat terus berjalan demi menekan Stunting di lingkungan masyarakat se- Kecamatan Alak, agar harapan pemerintah dalam mewujudkan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud walau secara perlahan. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait