Kupang, inihari.co- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang di tahun 2024 terlihat fokus menjalankan tugas pokok dalam membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan terutama tugas-tugas kepalangmerahan yang meliputi kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana, pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta pelayanan transfusi darah.
Saat ini, di bawah kepemimpinan Indra Wahyudi Erwin Gah pasca terpilih sebagai Ketua pada awal tahun Januari 2024 lalu, PMI Kota Kupang telah melaksanakan banyak tugas pokok yang mereka emban dalam pelayanan bagi masyarakat. Salah satunya adalah pendistribusian air bersih di wilayah pemetaan yang masuk sebagai wilayah krisis air bersih.
Indra Wahyudi Erwin Gah yang ditemui pada Selasa (04/06/2024), mengatakan, pendistribusian air bersih itu sebagai bentuk respon cepat PMI Kota Kupang dalam upaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang yang sangat membutuhkan.
“Pendistribusian air bersih yang kami lakukan ini sudah berjalan sejak pertengahan Mei 2024 lalu. Anggarannya kami dapat melalui PMI Provinsi NTT yang bersumber dari PMI Pusat dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) sebagai jaringan kemanusiaan terbesar di dunia,” ungkapnya.
Untuk Kota Kupang, menurut Erwin Gah, terdapat 19 titik lokasi di 3 kecamatan yang menjadi fokus bantuan air bersih dari PMI Kota Kupang. Ke 19 titik itu, 16 diantaranya berada di wilayah kecamatan Alak dan 3 di kecamatan Oebobo.
Untuk kecamatan Alak, 13 lokasi bantuan berada di wilayah kelurahan Alak, 2 lokasi di kelurahan Manulai 2, dan 1 lokasi di kelurahan Namosain. Sementara 3 lokasi bantuan di kecamatan Oebobo, 2 diantaranya di kelurahan Fatululi dan 1 lokasi di kelurahan Oebufu.
Erwin Gah menjelaskan, dalam penentuan titik-titik lokasi sebelumnya telah melalui tahap survei yang dilakukan secara langsung oleh PMI Pusat. Mereka (PMI Pusat) pada awalnya ingin membantu pengadaan sumur bor, namun dengan beberapa pertimbangan maka akhirnya diputuskan bantuan berupa tandon air beserta rumah tandon.
“Jadi berdasarkan hasil survei akhir, diputuskan bantuan diberikan berupa tandan dan rumah tandon. Terkait air bersih nantinya akan disuplai oleh PMI Kota Kupang melalui mobil tangki. Jadi setiap tandon yang sudah kosong akan kami isi kembali,” katanya.
Kedepan, Erwin Gah mengaku, PMI akan berupaya menghadirkan sumur bor sebagai sumber air bersih di 19 titik bantuan sebagai bentuk keseriusan PMI dalam melakukan pelayanan bagi masyarakat Kota Kupang.
“Titik-titik bantuan yang kami bantu ini merupakan wilayah-wilayah yang benar-benar sangat membutuhkan air bersih, sebab walau di musim hujan, wilayah-wilayah tersebut tetap mengalami krisis air bersih. Ada sejumlah wilayah yang memiliki penampung air, namun itu hanya berupa embung yang airnya digunakan untuk bertani dan ternak,” katanya.
Dirinya berharap, dengan adanya bantuan air bersih dari PMI Kota Kupang maka masyarakat bisa mendapatkan layanan air bersih yang baik bagi kesehatan yang tentu juga berdampak pada kesejahteraan keluarga serta masyarakat umum.
Erwin Gah pun berterima kasih kepada pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Walikota (Pj) selaku Pelindung PMI karena telah memberi izin dan mendukung penuh segala program yang dilakukan oleh PMI Kota Kupang. (Yantho Sulabessy Gromang)
