Kupang, inihari.co- Tak dapat dipungkiri bahwa Kota Kupang saat ini mengalami kemunduran di berbagai hal menyangkut pelayanan terhadap masyarakat, baik di bidang kesehatan, ekonomi, hingga berbagai hal lainnya yang menyangkut pemenuhan kesejahteraan publik. Hal itu terlihat dari hilangnya program KTP Sehat, Raskin Gratis Daerah, Amburadulnya pengelolaan dana PEM di sejumlah Kelurahan, hingga berkurangnya PAD yang dimiliki Kota Kupang.
Di masa pemerintah Walikota Jonas Salean, SH, M.Si pada periode 2012-2017, pemerintah Kota Kupang mampu melayani kesehatan masyarakat dengan program KTP Sehat, yakni akses layanan kesehatan gratis hanya bermodalkan KTP Kota Kupang.
Di saat itu, pemerintah Kota Kupang juga mampu membantu masyarakat miskin untuk sekedar memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga melalui Raskin Gratis.
Pengelolaan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di tiap kelurahan juga saat itu terawasi dan berjalan dengan baik.
Insentif bagi para kader Posyandu, Dasawisma, RT dan RW juga terus mengalami peningkatan setiap tahun anggaran.
Yang paling menarik soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang. Di masa kepemimpinan Jonas Salean, PAD yang awalnya senilai 51 miliar rupiah pasca berakhirnya Walikota Daniel Adoe tahun 2012, ditingkatkan menjadi 178 miliar rupiah atau 300 persen lebih dalam masa pemerintahan selama 5 tahun hingga tahun 2017.
PAD Kota Kupang saat ini menurun menjadi 168 miliar rupiah dalam masa kepemimpinan Walikota periode 2017-2022.
Hilangnya sejumlah program pro rakyat, ditambah menurunnya PAD Kota Kupang tersebut, membuat mantan Walikota periode 2012-2017 – Jonas Salean merasa terpanggil untuk ikut bertarung dalam perhelatan Pilkada tahun 2024 mendatang. Semuanya itu dilakukannya demi melayani pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berkurang dan hilang, serta untuk meningkatkan kembali PAD demi pembangunan Kota Kupang yang lebih baik.
Jonas Salean yang saat ini sebagai Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi NTT, saat diwawancara pada Rabu, 25 Januari 2023, mengatakan bahwa dirinya siap menghidupkan kembali semua program pro rakyat yang pernah diluncurkannya jika di 2024 nantinya terpilih sebagai Walikota Kupang periode 2024-2029.
“Saya juga sudah menyiapkan program strategis lain yang tentunya pro terhadap kebutuhan masyarakat Kota Kupang. Dan itu semua siap saya jalankan demi kesejahteraan warga Kota Kupang,” katanya.
Ketua DPD 2 Partai Golkar Kota Kupang ini mengaku, juga akan memperhatikan kembali nasib para guru dan tenaga kesehatan di Kota Kupang, termasuk menggencarkan kembali pelayanan Brigade Kupang Sehat (BKS) yang diluncurkannya di masa kepemimpinannya dulu bagi masyarakat Kota Kupang.
Jonas Salean berharap, dalam Pilkada 2024 nanti, warga Kota Kupang bisa bergandengan tangan mendukungnya sebagai Walikota Kupang, agar kedepan bisa bersama-sama membangun Kota Kupang ke arah yang lebih baik. (Yantho Sulabessy Gromang)
