{"id":815,"date":"2014-07-11T12:36:51","date_gmt":"2014-07-11T12:36:51","guid":{"rendered":"http:\/\/inihari.co\/?p=815"},"modified":"2014-07-12T10:18:27","modified_gmt":"2014-07-12T10:18:27","slug":"ternak-berkeliaran-dalam-kota-dewan-nilai-pemkot-kupang-tak-mampu-tegakan-aturan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/inihari.co\/?p=815","title":{"rendered":"Ternak Berkeliaran Dalam Kota, Dewan Nilai Pemkot Kupang Tak Mampu Tegakan Aturan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_822\" aria-describedby=\"caption-attachment-822\" style=\"width: 605px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/AT-FB.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-822\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/AT-FB.jpg\" alt=\"Sekertaris Komisi A DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli\" width=\"605\" height=\"287\" srcset=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/AT-FB.jpg 605w, http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/AT-FB-300x142.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 605px) 100vw, 605px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-822\" class=\"wp-caption-text\">Sekertaris Komisi A DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\"><span style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\">KUPANG, Inihari.co<\/span><\/b><span style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\"> &#8211; Pemerintah Kota Kupang dinilai tidak mampu menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Ternak di Kota itu, karena sampai saat ini warga yang memelihara ternak seperti sapi, babi dan kambing membiarkan ternaknya berkeliaran di tempat itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\">Sekretaris Komisi A DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mengatakan bahwa pemerintah di tingkat kelurahan sebagai ujung tombak pelaksana yang paling dekat dengan masyarakat seharusnya mengambil peran dalam penegakan Perda yang dimaksud dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\">Menurut dia, penegakan Perda bukan soal penindakan yang tegas, tetapi harus melalui upaya awal menjelaskan kepada masyarakat soal keberadaan Perda. \u201cJika sudah ada Perda namun masih terjadi seperti itu, jelas pemerintah tak mampu menegakkan Perda,\u201d kata Talli, Jumad (11\/7) siang. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\">Dijelaskan, agar Perda dapat dilaksanakan secara maksimal, maka peran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan harus dimaksimalkan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga harus proaktif menegakan Perda tersebut, dan bagi yang masih melanggar harus dilakukan pemberian sanksi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\">\u201cSanksi adalah langkah terakhir setelah semua upaya lain telah ditempuh. Jika pemerintah sudah melaksanakan Perda secara baik, maka penindakan dan pemberian sanksi otomatis dapat dilakukan,\u201d tutur Adrianus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\">Kepala Satpol PP Kota Kupang, Thomas D Dagang mengatakan, penertiban ternak yang berkeliaran di dalam kota rutin dilakukan. Namun, terkadang saat dilakukan penertiban, ternak diamankan dan setelah selesai penertiban, ternak kembali dilepas oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'Book Antiqua','serif';\">\u201cKita kesulitan soal ini, pak. Kita sudah ulang-ulang kasih penjelasan tapi kesadaran masyarakat memang masih kurang,\u201d kata Thomas, yang ditemui media ini di ruang kerjanya. <strong>(Mr)<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUPANG, Inihari.co &#8211; Pemerintah Kota Kupang dinilai tidak mampu menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 <a class=\"read-more\" href=\"http:\/\/inihari.co\/?p=815\" title=\"Ternak Berkeliaran Dalam Kota, Dewan Nilai Pemkot Kupang Tak Mampu Tegakan Aturan\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":822,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polkam"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=815"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/815\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":824,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/815\/revisions\/824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/822"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=815"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}