{"id":7174,"date":"2025-11-21T17:57:48","date_gmt":"2025-11-21T10:57:48","guid":{"rendered":"https:\/\/inihari.co\/?p=7174"},"modified":"2025-11-21T17:57:48","modified_gmt":"2025-11-21T10:57:48","slug":"kupang-menyulam-kasih-harmoni-dalam-peringatan-maulid-nabi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/inihari.co\/?p=7174","title":{"rendered":"Kupang Menyulam Kasih: Harmoni dalam Peringatan Maulid Nabi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kupang, inihari.co-<\/strong> Malam itu, udara Kelapa Lima terasa hangat, bercampur aroma harum dupa dan kue khas Maulid yang menyelimuti Masjid Nurul Hidayah. Lampu-lampu temaram memantulkan cahaya keemasan di dinding masjid, menciptakan suasana yang intim dan penuh ketenangan. Di tengah gemerlapnya cahaya, hadir sebuah komitmen tulus untuk merajut kembali rasa persaudaraan dan kasih yang menjadi denyut kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak awal, perhatian Pemerintah Kota Kupang terlihat dalam setiap detil acara. Kehadiran pejabat tinggi di tengah jamaah bukan sekadar formalitas; ia adalah simbol nyata bahwa membangun persaudaraan adalah prioritas yang dijaga dengan elegan. Sorot mata penuh hormat dan senyum hangat menyapa setiap peserta, menegaskan bahwa setiap individu adalah bagian dari rumah besar Kota Kupang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPeringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, tapi ajang menebarkan cinta dan kepedulian kepada sesama,\u201d ungkap salah seorang panitia, menekankan filosofi yang meresapi setiap momen. Nada suaranya lembut, seolah ikut mengalun bersama gema takbir dan doa, menambah kesan sakral sekaligus humanis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suasana semakin hidup ketika arak-arakan jamaah mulai bergerak, diiringi nyanyian shalawat yang mengalun merdu. Tiap langkah terasa seperti tarian lembut, menyambut kelahiran Nabi dengan sukacita yang tak bisa disembunyikan. Cahaya lampu yang memantul di wajah-wajah penuh khidmat menambahkan kesan sinematik, seolah setiap orang menjadi bagian dari lukisan hidup yang harmonis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah kerumunan, tanggapan positif masyarakat terdengar nyata. Ibu Sari, seorang warga yang hadir bersama keluarganya, tersenyum sambil berkata, \u201cSetiap tahun saya merasakan energi berbeda di Maulid ini. Rasanya kota kita lebih hangat, lebih dekat, dan penuh perhatian.\u201d Pernyataan sederhana itu menangkap inti dari komitmen kota yang mengutamakan keharmonisan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pj. Sekda yang hadir memberikan pesan penuh makna: membangun Kota Kupang sebagai Kota Kasih bukan sekadar jargon, tetapi langkah nyata dalam membina toleransi. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa prestasi kota dalam indeks toleransi hanyalah cerminan dari upaya terus menerus menumbuhkan kepedulian, persaudaraan, dan keterbukaan di setiap lapisan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya para pejabat, peran yayasan dan majelis taklim menjadi pusat energi yang menghidupkan festival Maulid. Sekretaris Yayasan Masjid Nurul Hidayah, Angki La\u2019ane, menegaskan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak. Ia memandang setiap detik rangkaian acara sebagai investasi sosial yang menumbuhkan nilai kebaikan dalam masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh rangkaian kegiatan, doa bersama, tausiah, hingga jamuan khas Maulid, diatur dengan detail yang elegan, menyentuh indera penglihatan, pendengaran, dan bahkan rasa. Setiap hidangan manis dan gurih tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengikat komunitas melalui simbol kasih dan kebersamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua panitia, Ustadz Anwar Hadi Tori, SSY, menekankan bahwa generasi muda menjadi pusat perhatian. \u201cKami ingin anak-anak dan remaja merasakan keindahan tradisi ini, sehingga kecintaan mereka pada Nabi dan nilai-nilai luhur tidak pudar seiring waktu,\u201d ujarnya. Pesan ini tersampaikan dengan cara yang halus, namun mendalam, membangun ikatan emosional antara generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Respons masyarakat semakin hangat, terlihat dari tatapan puas dan senyum ramah yang menyapa setiap tamu. Aroma kue, denting shalawat, dan cahaya lampu yang lembut memadu menjadi pengalaman multisensori yang tak terlupakan. Festival ini bukan hanya kegiatan ritual, tetapi panggung visual dan emosional yang memikat hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kota Kupang, melalui momen ini, menegaskan bahwa komitmen terhadap kasih dan toleransi adalah warisan yang dijaga dengan penuh estetika. Setiap detik peringatan Maulid bukan hanya menyemai spiritualitas, tetapi juga memperkaya pengalaman budaya yang eksklusif, elegan, dan membekas lama dalam ingatan setiap peserta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika malam berakhir dan cahaya lampu meredup perlahan, yang tersisa adalah rasa hangat persaudaraan yang meresap ke dalam jiwa. Dari sinilah lahir keyakinan bahwa Kota Kupang bukan sekadar kota, tetapi rumah besar di mana kasih, toleransi, dan harmoni bersemi dengan cara paling elegan dan memikat. <strong>(Yantho Sulabessy Gromang\/Advertorial)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, inihari.co- Malam itu, udara Kelapa Lima terasa hangat, bercampur aroma harum dupa dan kue <a class=\"read-more\" href=\"http:\/\/inihari.co\/?p=7174\" title=\"Kupang Menyulam Kasih: Harmoni dalam Peringatan Maulid Nabi\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7175,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7174","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-kupang","category-nttinihari"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7174"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7174\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7181,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7174\/revisions\/7181"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7175"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7174"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=7174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}