{"id":531,"date":"2014-06-06T07:44:37","date_gmt":"2014-06-06T07:44:37","guid":{"rendered":"http:\/\/inihari.co\/?p=531"},"modified":"2014-06-06T07:44:37","modified_gmt":"2014-06-06T07:44:37","slug":"terumbu-karang-di-ntt-rusak-akibat-bom-ikan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/inihari.co\/?p=531","title":{"rendered":"Terumbu Karang di NTT Rusak Akibat Bom Ikan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_533\" aria-describedby=\"caption-attachment-533\" style=\"width: 448px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Suasana-Diskusi-Terumbu-Karang-di-Graha-Pena-Kupang.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-533\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Suasana-Diskusi-Terumbu-Karang-di-Graha-Pena-Kupang.jpg\" alt=\"Suasana Diskusi Terumbu Karang di Graha Pena Kupang (foto: Rey)\" width=\"448\" height=\"299\" srcset=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Suasana-Diskusi-Terumbu-Karang-di-Graha-Pena-Kupang.jpg 448w, http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Suasana-Diskusi-Terumbu-Karang-di-Graha-Pena-Kupang-300x200.jpg 300w, http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Suasana-Diskusi-Terumbu-Karang-di-Graha-Pena-Kupang-290x195.jpg 290w\" sizes=\"auto, (max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-533\" class=\"wp-caption-text\">Suasana Diskusi Terumbu Karang di Graha Pena Kupang (foto: Rey)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUPANG, Inihari.co<\/strong> \u2013 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Abraham Maulaka mengeluhkan banyak nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan cara membom sehingga mengakibatkan terumbu karang di perairan laut Sawu banyak yang rusak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNelayan yang melakukan bom ikan itu lebih banyak nelayan dari luar NTT dengan peralatan yang sangat lengkap. Kalau nelayan NTT lebih banyak menangkap ikan dengan cara tradisional dan kapasitas alat tangkap seperti perahu masih sangat kecil,\u201d kata Maulaka saat diskusi tentang pelestarian Terumbu Karang, Jumad (6\/6) di Kupang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abraham berharap agar pihak keamanan meningkatkan pengawasan di wilayah-wilayah perbatasan laut dan darat di NTT. \u201cSemakin marak sekarang nelayan luar yang masuk ke perairan NTT dan melakukan ilegal fishing, saya berharap juga jika mereka (nelayan) tertangkap jangan segan-segan memberi hukuman,\u201d kata Abraham.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikatakannya, tindakan itu dilakukan demi menjaga keberlangsungan hidup biota laut sehingga ikan-ikan juga dapat beranak-pinak. \u201cKalau terumbu karang sudah rusak yang jelas ikan juga akan berkurang. Ini untuk kesejahteraan bersama,\u201d pungkasnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Jotham Ninef peneliti yang melakukan riset tentang terumbu karang di laut Sawu mengatakan bahwa terumbu karang memang sangat banyak yang rusak akibat ledakan bom.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait pengawasan terhadap ilegal fishing, dia mengatakan bahwa pihak penegak hukum seperti TNI AL dan Pol Airud tidak memiliki fasilitas pengawasan yang memadai untuk melakukan patroli. \u201cSangat disayangkan toh, mereka tidak dibekali dengan fasilitas yang memadai,\u201d Jotham.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUPANG, Inihari.co \u2013 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Abraham <a class=\"read-more\" href=\"http:\/\/inihari.co\/?p=531\" title=\"Terumbu Karang di NTT Rusak Akibat Bom Ikan\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":533,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekbis","category-nttinihari"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":534,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/531\/revisions\/534"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/533"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=531"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}