{"id":2850,"date":"2018-12-09T05:05:33","date_gmt":"2018-12-09T05:05:33","guid":{"rendered":"http:\/\/inihari.co\/?p=2850"},"modified":"2018-12-09T05:05:43","modified_gmt":"2018-12-09T05:05:43","slug":"air-tuak-kini-diolah-jadi-minuman-isotonik","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/inihari.co\/?p=2850","title":{"rendered":"Air Tuak Kini Diolah Jadi Minuman Isotonik"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_2852\" aria-describedby=\"caption-attachment-2852\" style=\"width: 660px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/gambar-Kiri-Pohon-Lontar-Borassus-flabellifer-atau-bahasa-Kupang-Pohon-TuakSaboak-sebagai-sumber-penghasil-Tuak-mentah-Gambar-kanan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2852\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/gambar-Kiri-Pohon-Lontar-Borassus-flabellifer-atau-bahasa-Kupang-Pohon-TuakSaboak-sebagai-sumber-penghasil-Tuak-mentah-Gambar-kanan.jpg\" alt=\"(gambar Kiri) Pohon Lontar (Borassus flabellifer) atau bahasa Kupang Pohon Tuak\/Saboak sebagai sumber penghasil Tuak mentah (Gambar kanan)\" width=\"660\" height=\"330\" srcset=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/gambar-Kiri-Pohon-Lontar-Borassus-flabellifer-atau-bahasa-Kupang-Pohon-TuakSaboak-sebagai-sumber-penghasil-Tuak-mentah-Gambar-kanan.jpg 660w, http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/gambar-Kiri-Pohon-Lontar-Borassus-flabellifer-atau-bahasa-Kupang-Pohon-TuakSaboak-sebagai-sumber-penghasil-Tuak-mentah-Gambar-kanan-300x150.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-2852\" class=\"wp-caption-text\">(gambar Kiri) Pohon Lontar (Borassus flabellifer) atau bahasa Kupang Pohon Tuak\/Saboak sebagai sumber penghasil Tuak mentah (Gambar kanan)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kupang, inihari.co-<\/strong> Dibawah pimpinan Hilda Riwu Kore-Manafe, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Kupang terus mengalami perkembangan. Hal itu terlihat dari sejumlah inovasi yang dilakukan oleh TP-PKK dalam mengembangkan hal-hal khas Kota Kupang menjadi produk yang modern dan bernilai jual tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini TP-PKK Kota Kupang telah berhasil mengkombinasikan masakan Air Tuak (Nira) dengan Jahe, Kayu Manis, Pala, Serai dan bahan lainnya menjadi minuman Isotonik atau minuman energi yang baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minuman tersebut sudah diperkenalkan TP-PKK saat sidang paripurna DPRD dan dinikmati oleh pimpinan beserta anggota DPRD Kota Kupang dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat daerah (OPD) lingkup Kota Kupang yang mengikuti sidang. Hasilnya, semua yang menikmati mengakui kenikmatan akan rasa dan khasiat dari Air Tuak Isotonik. \u201cBagi masyarakat Kota Kupang yang ingin mencoba minuman ini, nanti akan kami promosikan dan pasarkan melalui website TP-PKK,\u201d kata Ketua TP-PKK Kota Kupang &#8211; Hilda Riwu Kore-Manafe.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Hilda, untuk tahap lanjut, TP-PKK Kota Kupang akan bekerja sama dengan para pelaku usaha di Kota Kupang untuk memasarkan produk hasil olahan TP-PKK. Sebab, kedepan minuman Air Tuak Isotonik akan dilabelkan menjadi salah satu minuman khas Kota Kupang, termasuk olahan lain berupa <strong>Es Krim<\/strong> dan <strong>Kue<\/strong> berbahan dasar <strong>Kelor<\/strong> serta <strong>Dodol<\/strong> bahan dasar <strong>Buah Pohon Nira<\/strong> (Sebutan Kupang: <strong>Saboak<\/strong>) juga akan dilabelkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain melabelkan produk makanan dan minuman, Hilda mengaku, TP-PKK juga sementara fokus mematenkan <strong>Motif Bunga Pohon Sepe<\/strong> sebagai <strong>Motif Tenunan Khas Kota Kupang<\/strong>. \u201cDalam pemasaran produk-produk TP-PKK, kami akan memprioritaskan kaum perempuan yang belum memiliki lapangan pekerjaan untuk diberdayakan,\u201d tegasnya, Jumat (07\/12\/2018).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hilda Riwu Kore-Manafe menjelaskan, untuk mensosialisasikan hasil olahan TP-PKK ke masyarakat luas, pihaknya sedang mempersiapkan untuk menggelar pameran makanan khas Kota Kupang di tahun 2019. Pameran perdana nantinya akan diikuti dengan pameran rutin setiap tiga atau enam bulan sesudahnya. \u201cTujuan dari semua upaya dan program kerja TP-PKK ini adalah agar Kota Kupang mempunyai produk sendiri yang bisa digunakan dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kaum perempuan atau ibu rumah tangga. Dan jika semuanya telah siap, maka hasil tenunan itu juga akan ikut dipamerkan dalam pameran khas daerah Kota Kupang,\u201d terang Hilda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang &#8211; Mery Salouw mengatakan, DPRD siap mendorong anggaran untuk TP-PKK, agar semua program yang direncanakan bisa berjalan baik sesuai yang diharapkan. \u201cKami siap memperjuangkan anggaran bagi TP-PKK, agar makanan khas dan motif khas Kota Kupang yang diproduksi bisa dilabelkan dan dipatenkan, serta bisa dipromosi kepada dunia luar,\u201d kata Mery sembari mengaku telah mencoba Air Tuak Isotonik dan merasa sangat puas serta bangga atas hasil kerja keras yang dilakukan TP-PKK Kota Kupang. <strong>(Yantho)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, inihari.co- Dibawah pimpinan Hilda Riwu Kore-Manafe, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota <a class=\"read-more\" href=\"http:\/\/inihari.co\/?p=2850\" title=\"Air Tuak Kini Diolah Jadi Minuman Isotonik\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,18,13,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-2850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekbis","category-kota-kupang","category-nasional","category-nttinihari"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2858,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2850\/revisions\/2858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2852"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2850"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=2850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}