{"id":1422,"date":"2015-03-09T02:09:10","date_gmt":"2015-03-09T02:09:10","guid":{"rendered":"http:\/\/inihari.co\/?p=1422"},"modified":"2015-03-09T02:10:59","modified_gmt":"2015-03-09T02:10:59","slug":"hidayat-nurwahid-tak-setuju-wacana-parpol-dibiayai-negara-rp-1-t-per-tahun","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/inihari.co\/?p=1422","title":{"rendered":"Hidayat Nurwahid Tak Setuju Wacana Parpol Dibiayai Negara Rp 1 T Per Tahun"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_1423\" aria-describedby=\"caption-attachment-1423\" style=\"width: 460px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/hidayat-nur-wahid.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1423\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/hidayat-nur-wahid.jpg\" alt=\"Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), HIdayat Nur Wahid\" width=\"460\" height=\"289\" srcset=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/hidayat-nur-wahid.jpg 460w, http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/hidayat-nur-wahid-300x188.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 460px) 100vw, 460px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1423\" class=\"wp-caption-text\">Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), HIdayat Nur Wahid<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jakarta,inihari.co &#8211;<\/strong> Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengaku tidak mau gegabah menanggapi wacana Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahwa parpol akan dibiayai pemerintah. Hidayat mewanti-wanti wacana Rp 1 Trilun per parpol untuk setiap tahun itu bisa menjadi kontroversi di tengah masyarakat yang sedang kesusahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bagi saya, jangan nanti jadi kontroversi baru, seakan-akan nanti parpol mau uang saat bangsa lagi susah,&#8221; kata Hidayat saat berbincang dengan detikcom, Senin (9\/3\/2015).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidayat mengaku setuju dengan ide meminimalisir angka korupsi. Namun caranya tidak harus dengan pembiayaan terhadap parpol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya pribadi, pertama prinsip agar kemudian korupsi bisa diminalimasir, itu idenya (menekan angka korupsi) kita dukung, idenya dulu, salah satu caranya yaitu biaya pemilu yang murah, dengan Undang-undang yang kuat, pembatasan iklan media dibiayai oleh negara secara adil. Itu saja sudah penghematan luar biasa,&#8221; ujar mantan Ketua MPR RI itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Hidayat menjelaskan, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat pasal kriminalisasi terhadap praktik money politik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Misalnya membuat pasal kriminasilasi money politik bukan hanya yang memberi tapi menerima, seperti serangan fajar atau pembagian sembako. Itu bukan hanya kemauan calon, kan masyarakat banyak ngomong tu terang-terangan bahkan pakai spanduk &#8216;menerima serangan fajar&#8217;,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Anggota DPR RI itu, jika ada pasal yang mengatur sanksi atau hukuman baik kepada pemberi maupun penerima money politik, ia yakin hal itu dapat mengurangi anggaran pemilu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya lebih ke cara konstitusional. Kalau dua hal tadi bisa dilaksanakan, sudah lumayan itu,&#8221; pungkasnya.(sumber :detik.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta,inihari.co &#8211; Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengaku tidak mau gegabah <a class=\"read-more\" href=\"http:\/\/inihari.co\/?p=1422\" title=\"Hidayat Nurwahid Tak Setuju Wacana Parpol Dibiayai Negara Rp 1 T Per Tahun\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1422","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1422"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1422\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1424,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1422\/revisions\/1424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1423"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1422"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=1422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}