{"id":1053,"date":"2014-12-15T02:40:18","date_gmt":"2014-12-15T02:40:18","guid":{"rendered":"http:\/\/inihari.co\/?p=1053"},"modified":"2014-12-15T02:40:18","modified_gmt":"2014-12-15T02:40:18","slug":"sekitar-59-persen-ruas-jalan-provinsi-rusak-parah","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/inihari.co\/?p=1053","title":{"rendered":"Sekitar 59 Persen Ruas Jalan Provinsi Rusak Parah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Inihari.co &#8211; Sekitar 59 persen dari 2.853 kilo meter (km) kondisi ruas jalan provinsi di Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak parah yang membutuhkan penanganan serius.<br \/>\n\u201c Hal ini berbeda dengan kondisi jalan nasional sepanjang 1.407 km dengan kondisi mantap sudah mencapai 99 persen,\u201d kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W.Koreh yang dihubungi di Kupang, Minggu (14\/12).<br \/>\nMenurutnya, kondisi jalan provinsi yang baru tahapan baik mencapai 41 persen.Sementara jalan kabupaten\/kota sepanjang 13.000 km kondisi mantapnya baru mencapai 30 persen.<br \/>\nDia menuturkan, otonomi daerah yang dibarengi dengan pembagian kewenangan mengakibatkan perbedaan yang cukup mencolok terhadap penanganan pembangunan jalan sesuai kewenangan yang dimiliki.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1054\" aria-describedby=\"caption-attachment-1054\" style=\"width: 660px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/jalan-raya.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1054\" src=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/jalan-raya.jpg\" alt=\"Ruas jalan yang sudah diperbaiki (foto\/albert Vinsen)\" width=\"660\" height=\"330\" srcset=\"http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/jalan-raya.jpg 660w, http:\/\/inihari.co\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/jalan-raya-300x150.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1054\" class=\"wp-caption-text\">Ruas jalan yang sudah diperbaiki (foto\/albert Vinsen)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n\u201cDengan keterbatasan anggaran, sesungguhnya pemerintah daerah belum mampu membiayai pembangunan jalan secara keseluruhan. Untuk itu kita meminta dukungan pemerintah pusat sesuai peraturan pemerintah nomor 34 Tahun 2006,\u201d ujarnya.<br \/>\nDia mengatakan, untuk mencapai standar pelayanan minimal (SPM) dalam lima tahun ke depan pemerintah daerah harus mampu meningkatkan kondisi jalan mantap menjadi 60 persen atau 1.715,5 km.<br \/>\nSedangkan berdasarkan renstra Dinas PU, tambahnya, selama lima tahun ke depan pemerintah daerah menargetkan 100 persen jalan dalam kondisi mantap.<br \/>\n\u201cAPBD kita hanya mampu mengalokasikan pembangunan sebesar 1,61 persen atau 48 km jalan per tahun atau rata-rata 2 km per kabupaten\/kota,\u201d paparnya.<br \/>\nKata dia, secara keseluruhan, NTT membutuhkan dana sebesar Rp 4 triliun per tahun untuk pembenahan infrastruktur yang bersumber dari APBD dan APBN maupun sumber pembiayaan lainnya. (sumber : Flobamora.net)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inihari.co &#8211; Sekitar 59 persen dari 2.853 kilo meter (km) kondisi ruas jalan provinsi di <a class=\"read-more\" href=\"http:\/\/inihari.co\/?p=1053\" title=\"Sekitar 59 Persen Ruas Jalan Provinsi Rusak Parah\" itemprop=\"url\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1053","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-nasional"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1053"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1055,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1053\/revisions\/1055"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1053"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"http:\/\/inihari.co\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=1053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}