ini Hari Flashnews
Home » NTT Ini Hari » Proyek Pipanisasi Tahun 2019 di Daieko Terkesan Mubazir

Proyek Pipanisasi Tahun 2019 di Daieko Terkesan Mubazir

Proyek Perpipaan tahun 2019 di Desa Daieiko yang terkesan mubasir karena belum bisa dimanfaatkan

Sabu Raijua, inihari.co- Pekerjaan sambungan perpipaan atau pipanisasi di Desa Daieko, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, terkesan mubazir. Hal itu dikarenakan pekerjaan yang memakan biaya sebesar 240 juta rupiah yang bersumber dari Dana Desa Daieko tahun anggaran 2019 tersebut, sampai hari ini belum bisa dimanfaatkan oleh warga Desa untuk mendapatkan layanan air bersih.

Kepala Desa Daieko – Amos Alo saat ditemui di ruangannya pada Sabtu, 21 Mei 2022, membenarkan hal tersebut. Namun dirinya mengaku bahwa pelaksanaan pekerjaan sambungan perpipaan tersebut bukan dilakukan di masa kepemimpinannya, tetapi pada masa kepemimpinan Kepala Desa yang lama.

“Jadi benar ada pekerjaan pipanisasi tahun 2019 yang sampai hari ini airnya belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat; dan setelah saya telusuri, alasannya karena adanya kerusakan yang terjadi di alat panel kontrol,” katanya.

Untuk itu, menurut Amos, dirinya telah menghubungi pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tenaga ahli yang menangani proyek tersebut untuk segera melakukan perbaikan alat yang rusak. Tujuannya agar proyek yang sudah dikerjakan menggunakan anggaran Dana Desa itu tidak mubazir dan bisa segera dimanfaatkan hasilnya oleh masyarakat.

“Kebutuhan terhadap air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu sangat saya sayangkan karena sampai hari ini belum ada kejelasan terkait upaya perbaikan pada kerusakan yang terjadi, walau saya telah mencoba berkoordinasi dengan PPK dan Tenaga Ahli,” ujarnya.

Dikatakan, pada pertemuan yang digelar oleh pihak Desa pada tahun 2021 lalu, pernah terbentuk kesepakatan melalui perjanjian kerja antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan tim pengelola kegiatan pekerjaan yang pada intinya siap menyelesaikan persoalan perpipaan itu paling lambat tanggal 01 Desember 2021. Namun yang disayangkan, kenyataannya sampai Mei 2022 ini pun kerusakan pada perpipaan itu belum juga teratasi.

“Kasian masyarakat, sampai hari ini belum bisa menikmati air bersih dari proyek tersebut. Sedangkan berdasarkan data pertanggung jawaban keuangan, dana dari proyek perpipaan itu sudah terealisasi hingga 95 persen,” ungkapnya.

Kepala Desa Amos Alo berharap, persoalan perpipaan ini bisa segera ditangani secara baik, agar harapan masyarakat Desa Daieko untuk mendapatkan pemenuhan layanan air bersih bisa terwujud demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. (Lukas Riwu)