ini Hari Flashnews
Home » Olahraga » Gubernur Minta PSSI NTT Dibangun dengan Paradigma Peradaban Baru

Gubernur Minta PSSI NTT Dibangun dengan Paradigma Peradaban Baru

Foto Bersama Usai Pertemuan

Kupang, inihari.co- Pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Christian Mboeik, pada Senin (07/02/2022), berkunjung ke kantor Gubernur NTT, dan diterima langsung oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Kedatangan Asprov PSSI NTT tersebut dalam rangka persiapan dan rencana pelantikan Asprov PSSI NTT yang direncanakan digelar Selasa (08/02/2022) di aula El Tari Kupang.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan, PSSI NTT harus dibangun dengan paradigma baru, sebab semua institusi beserta manusia yang ada di dalamnya terus menuju ke peradaban yang inklusif, yakni memiliki sikap terbuka, humanis, toleran, mau menerima orang lain dan bebas dari kekerasan.

Lebih lanjut dikatakan, Asprov PSSI NTT harus tampil beda dengan organisasi olahraga yang lain agar kinerja  perubahan  dan pembaharuan paradigma olahraga sepakbola di NTT sebagai media persemaian paradigma peradaban yang tinggi.

Peradaban tinggi yang dimaksudkan adalah sepak bola haruslah menampilkan seni bermain bola yang baik, bukan sebagai ajang tarung fisik, tarung berkelahi atau tarung permusuhan. Sepak bola harus menjadi pertanding yang melibatkan kematangan peradaban para pemain dan pelatihnya.

“Saya ingin menyaksikan permainan sepak bola dengan kultur dan peradaban yang tinggi karena penampilan bermain bola yang indah dan seni,” ujar Gubernur VBL.

Menurut Gubernur Viktor, dirinya mengenal banyak sekali jenis olahraga dan organisasi olahraga di level nasional maupun internasional, yakni diantaranya organisasi dan pengurus sepak bola Barca di Barcelona dan Valencia di Spanyol. Organisasi level internasional nantinya bisa ajak diskusi sebagai sahabat pencinta sepak bola.

Gubernur Viktor juga menghimbau Asprov NTT untuk mendorong maksimal seluruh para pemain di berbagai pelosok Nusa Tenggara Timur, agar terus meningkatkan kapasitas dan ilmu bermain bola sehingga sanggup mengeksplorasi seluruh kemampuan individual dalam satu formasi tim yang serasi.

“Jangan baru main lima belas menit, lalu diikuti baku pukul hanya karena yang disepak bukan lagi bola, melainkan kaki orang, lalu berkelahi. Kemudian berkelahi tidak lagi hanya antar para pemain, malah meluas menjadi perkelahian antar penonton dan suporter. Ini memperlihatkan peradaban sepak bola kita masih rendah,” katanya.

Sementara itu Ketua Asprov PSSI NTT, Christian Mboeik mengatakan terkait lapangan sepak bola. Menurutnya, lapangan sepak bola saat ini memang tersedia di hampir semua kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Tetapi kualitas lapangan masih belum memadai.

Untuk itu, Christian Mboeik mengaku, selama kepengurusannya pada 4 tahun ke depan, dia akan fokus mengurus konsolidasi organisasi serta pembinaan sepakbola dan pembenahan lapangan agar para calon pemain sepakbola dapat melakukan latihan dan pertandingan sesuai standar-strandar minimal. (*/Yantho Sulabessy Gromang)