ini Hari Flashnews
Home » Kupang Metro » Bebas Murni, Jonas Sayangkan Akun Palsu Yang Tebar Fitnah dan Kebencian

Bebas Murni, Jonas Sayangkan Akun Palsu Yang Tebar Fitnah dan Kebencian

Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi NTT, Jonas Salean, Saat Reses di Kelurahan Merdeka

Kupang, inihari.co- Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat Kota Kupang sekaligus mensosialisasikan program dan kebijakan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah ditetapkan bersama Gubernur dan DPRD, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi NTT – Jonas Salean kini melakukan reses di sejumlah titik di Kota Kupang.

Di hari kedua masa reses, Jumat (29/10/2021), Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi NTT tersebut melakukan kunjungan ke RT 02 RW 01 Kelurahan Merdeka dan RT 18 RW 04 Kelurahan Nunleu.

Dalam reses di dua kelurahan itu, Jonas Salean kembali membagikan sejumlah bantuan, diantaranya pembagian modal pemberdayaan usaha bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang tidak mampu sebesar 10 juta rupiah untuk tiap kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 orang dan kereta dagang senilai 7 juta 500 ribu rupiah per unit sebagai sarana jualan makanan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Jonas Salean juga menawarkan bantuan dana sebesar 100 juta rupiah untuk mendukung aktivitas dan kegiatan bagi organisasi kemasyarakatan sosial dan keanggotaan.

Dirinya juga kembali mensosialisasikan sejumlah program dan kebijakan yang siap dan bahkan sudah dilakukan Gubernur Viktor Laiskodat bersama DPRD Provinsi NTT dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat Kota Kupang – Ibukota Provinsi NTT. Salah satunya adalah program pemenuhan air bersih melalui pemanfaatan bendungan Tilong, pembangunan Bendungan Kali Dendeng, dan pembangunan bendungan Kolhua. “Dipastikan di tahun 2023 nanti, seluruh warga Kota Kupang sudah bisa mendapatkan pelayanan air bersih secara baik dan merata,” katanya.

Sementara terkait infrastruktur jalan, dijelaskan Jonas Salean, di tahun 2022 nanti seluruh jalan provinsi di wilayah Kota Kupang juga akan terhotmix secara menyeluruh.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah provinsi melalui dukungan pemerintah pusat, sementara ini juga tengah membangun sejumlah taman dan tempat pariwisata di Kota Kupang. Taman dan tempat pariwisata yang sedang dibangun itu di antaranya adalah taman yang berlokasi di Pos 1 Kelurahan LLBK dan depan Hotel Aston Kelurahan Kelapa Lima, taman di sepanjang jalan Frans Seda belakang Pos Polisi Eltari menuju Pasar Oebobo, serta tempat pariwisata alam Mangrove di Kelurahan Oesapa Barat.

“Semua program tersebut merupakan program pembangunan dari pemerintah provinsi NTT yang didukung oleh pemerintah pusat melalui Balai Sungai untuk bendungan dan Balai Cipta Karya untuk taman dan bangunan, yang dikerjakan di wilayah Kota Kupang sebagai Ibukota Provinsi NTT,” terang Jonas.

Disela-sela reses, Jonas Salean kemudian sempat menyinggung persoalan yang dihadapinya beberapa waktu lalu. Dirinya dengan tegas menyatakan bahwa tidak pernah sedikit pun melakukan korupsi seperti yang dituduhkan kepadanya. Hal itu terbukti dengan adanya putusan bebas murni secara inkracht dari Mahkamah Agung (MA) bagi dirinya.

“Untuk itu saya sangat sayangkan ada banyak akun-akun palsu di media sosial yang kerjanya hanya menebar fitnah dan kebencian terhadap saya. Saya tidak paham apa yang menjadi motivasi mereka sehingga mereka sangat bahagia dan bangga untuk selalu memaki dan menyebar cerita palsu tentang saya. Saya bersyukur punya TUHAN YESUS yang selalu menolong saya dari segala rencana jahat mereka. Saya akan terus mendoakan agar TUHAN saja yang berperkara bagi saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, “Saya ini orang birokrasi murni. Sebagai seorang birokrat, saya itu disumpah untuk melayani kebutuhan masyarakat. Seorang birokrat sejati akan berupaya mengelola keuangan demi pemenuhan kesejahteraan masyarakat, bukan memprioritaskan keuntungan pribadi layaknya pengusaha,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku bahwa memang saat ini telah terjun ke dunia politik sebagai anggota dewan. Namun jalan itu dipilih sebagai alternatif agar bisa terus melayani warga Kota Kupang pasca dirinya kalah dalam pemilihan walikota tahun 2017 lalu. (Yantho Sulabessy Gromang)