ini Hari Flashnews
Home » Kupang Metro » Perbanyak Tenaga Ahli Berkompeten, BLK NTT Kembali Buka Pelatihan

Perbanyak Tenaga Ahli Berkompeten, BLK NTT Kembali Buka Pelatihan

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Charles Poeh

Kupang, inihari.co- Sadar bahwa semakin banyak keterampilan yang dimiliki dapat menjadikan seseorang lebih fleksibel dan mampu menangani berbagai tantangan dan masalah di dunia kerja di era modern saat ini, maka Balai Latihan Kerja (BLK) Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Charles Poeh tetap gencar melakukan pelatihan walau hanya dengan memaksimalkan keuangan yang terbatas.

Setelah sempat vakum beberapa bulan akibat pandemi covid-19 yang mewabah seluruh dunia, bulan Oktober ini BLK NTT kembali membuka pelatihan keahlian demi memperbanyak tenaga ahli berkompeten.

“Jadi kegiatan pelatihan untuk tahun 2020 ini sebenarnya sudah kami lakukan sejak bulan Januari lalu. Namun akibat pandemi covid-19, akhirnya pelatihan kami hentikan, dan baru dilakukan lagi pada bulan Oktober ini,” kata Charles Poeh saat diwawancarai di ruangannya pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

Menurutnya, untuk kegiatan tahun 2020 ini, BLK telah mengagendakan sedikitnya sepuluh paket kegiatan pelatihan dengan memaksimalkan total anggaran sebesar 2,2 miliar rupiah. Sementara untuk tahun 2021 mendatang, BLK juga telah berencana melakukan sedikitnya 30 paket kegiatan, dengan anggaran yang diusulkan sebesar 2,4 miliar rupiah.

“Jadi sumber dana di BLK ini ada dua, yakni APBD dan APBN. Khusus untuk APBD, pada umumnya juga hanya dari APBD Provinsi NTT, sementera dari APBD Kota dan Kabupaten itu sangat jarang,” katanya.

Khusus untuk kegiatan yang akan diselenggarakan mulai 20 Oktober 2020 hingga 9 Desember 2020 nanti, dikatakan Charles, menggunakan dana yang bersumber dari APBN melalui Balai Besar Latihan Kerja Pusat di Lombok Timur, dengan total anggaran mencapai hampir satu miliar rupiah.

Saat ini sudah ratusan peserta yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor dan Kabupaten Sabu Raijua sudah mendaftar dan siap mengikuti pelatihan.

Adapun paket pelatihan yang akan dilaksanakan, antara lain pelatihan Commercial Cookry, Operator Komputer, Finishing Teknik Semprot, Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Meubelair, Pengelasan SMAW 3 G, dan pelatihan Mekanik Junior Mobil.

Sementara untuk paket pelatihan MTU atau Mobile Training Unit, yakni program pelatihan kerja yang dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal peserta, diantaranya adalah pelatihan Pembuat Olahan Hasil Pertanian, Pengelolaan Ikan, Pembuatan Roti dan Kue, dan pelatihan Anyaman.

Melalui pelatihan yang akan diselenggarakan ini, diharapkan peserta bisa menjadi tenaga kerja yang handal, yang memiliki keahlian yang berkompeten sesuai dengan yang telah mereka latih dan dapat semasa di BLK NTT.

“Jadi tujuannya untuk masyarakat pencari kerja agar setelah memiliki keahlian bisa direkrut oleh perusahaan industri atau berusaha sendiri. Minimal mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri melalui pemberdayaan keahlian yang mereka miliki, demi untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi pribadi dan keluarga mereka,” terang Charles Poeh.

Charles mengaku, saat ini sudah ada pengusaha meubelair yang berniat datang ke BLK untuk melihat proses pelatihan teknik semprot meubelair. Tujuannya adalah untuk merekrut tenaga kerja asli NTT dari para peserta yang hasil semprotan meubelairnya sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk mendukung para peserta dalam mendapat pekerjaan pasca pelatihan di BLK, Charles Poeh dengan sengaja telah mengundang pengusaha muda terkenal NTT, Bobby Pitoby sebagai narasumber dalam pembukaan pelatihan. Tujuannya, agar Bobby Pitoby yang bergerak di banyak bidang usaha, bisa melihat sendiri hasil pelatihan yang dilakukan oleh peserta. “Saya harap dia bisa lihat dan tertarik dengan tenaga ahli hasil cetakan BLK NTT. Mana yang nantinya dia butuh, silahkan dia (Bobby Pitoby) pakai sebagai tenaga kerja di tempatnya.

Untuk diketahui, dalam pembukaan kegiatan pada Selasa, 20 Oktober 2020, akan dihadiri oleh Kadis Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Danrem NTT, dan Kepala BLK Lombok Timur. (Yantho)