ini Hari Flashnews
Home » Ekbis » Bank NTT Berupaya Penuhi Modal Inti Tiga Triliun di Tahun 2024

Bank NTT Berupaya Penuhi Modal Inti Tiga Triliun di Tahun 2024

Rapat Bersama dengan seluruh Pemegang saham se-Nusa Tenggara Timur #1

Kupang, inihari.co- Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 12 tahun 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, maka Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) wajib memenuhi modal inti minimal sebesar Tiga Triliun rupiah di tahun 2024.

Untuk itu, pada Kamis, 06 Agustus 2020, Manajemen Bank NTT menggelar Rapat Bersama dengan seluruh Pemegang saham se-Nusa Tenggara Timur.

Rapat tersebut berlangsung di ruang Fernandez Kantor Gubernur NTT, dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Timur, Ben Polo Main.

Hadir dalam rapat tersebut, 22 Sekda Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur, Asisten Tiga Provinsi NTT, Kepala OJK Provinsi NTT dan Plt. Direktur Utama Bank NTT.

Ikut hadir, Ketua DPRD Kota/Kabupaten se-NTT, Kepala Bagian Keuangan Kota/Kabupaten se-NTT dan jajaran Direksi Bank NTT.

Saat ini Bank NTT telah berhasil memenuhi modal inti sebesar 1,767 Triliun rupiah. Sehingga, Bank kebanggaan masyarakat NTT itu masih membutuhkan penyertaan modal sebesar 1,233 Triliun rupiah.

Dalam rapat, Sekda Polo Maing mengatakan, karena Bank NTT masih kekurangan modal inti sebesar 1,233 Triliun rupiah, maka diperlukan skenario bersama pemegang saham yaitu Pemda Kabupaten dan Kota memberikan penyertaan modal Satu persen APBD dan 50 persen deviden hingga tahun 2024 sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan di Labuan Bajo beberapa waktu lalu.

Menurut dia, sebelumnya Pemerintah provinsi telah menawarkan agar penyertaan modal disesuaikan dengan proporsi saham masing-masing daerah. Namun jika cara tersebut yang dipakai, maka jumlah penyertaan modal akan bervariasi. Untuk itu, disepakati agar semuanya dilakukan kembali sesuai hasil RUPS.

“Ada kabupaten yang menolak. Karena jika pakai proporsi saham maka ada kabupaten yang tidak mencapai Saru persen APBD,” katanya.

Polo Maing menjelaskan, jika hingga tahun 2024 penyertaan modal tidak mencapai Tiga Triliun rupiah, maka Bank NTT bisa menggunakan pihak ketiga (Eksternal) untuk menyertakan modalnya di bank tersebut.

Rapat Bersama dengan seluruh Pemegang saham se-Nusa Tenggara Timur #2

Sementara Plt. Direktur Utama Bank NTT, Aleks Riwu Kaho, usai rapat tersebut kepada wartawan mengatakan, sangat berterima kasih kepada semua stekholders karena telah memiliki komitmen yang tinggi untuk bank NTT makin bertumbuh. Hal itu terlihat dari adanya kepastian penambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten dan Kota.

“Dengan adanya penyertaan modal, tentu memberikan keleluasan kepada Bank untuk memenuhi regulasi dan mengembangkan aktivitas bisnisnya, dan ini sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk kemajuan Bank. Saya ata nama Bank NTT sangat berterima-kasih untuk itu,” ujar Aleks. (HBN/ON/SI/NT/Yantho)