ini Hari Flashnews
Home » Kesehatan » Corona Semakin Merajalela di NTT

Corona Semakin Merajalela di NTT

Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Mere, M.Kes, yang juga selaku sekretaris I merangkap juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT tahun 2020

Kupang, inihari.co- Berdasarkan laporan laboratorium PCR di RSUD WZ. Johanes Kupang atas hasil pemeriksaan Swab terhadap 46 sampel, ditemukan delapan (8) orang positif Corona. Dengan penambahan tersebut, maka total orang terkonfirmasi positif Corona di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Jumat, 15 Mei 2020 berjumlah 47 orang.

Berikut rincian kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur; Kota Kupang 14 kasus, dua pasien dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia; Kabupaten Manggarai Barat 12 kasus; Kabupaten Sikka 12 kasus; Kabupaten TTS dua kasus; Kabupaten Rote Ndao dua kasus; Kabupaten Sumba Timur dua kasus; Kabupaten Flores Timur satu kasus; Kabupaten Nagekeo satu kasus; Kabupaten Ende satu kasus. Total 47 kasus positif Covid 19 di NTT tersebut, 44 diantaranya sedang dalam perawatan dan isolasi, dua dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tengara Timur (NTT), Dr. drg. Domi Mere, M.Kes, yang juga selaku sekretaris I merangkap juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT tahun 2020, mengatakan, dari delapan orang positif Corona hasil pemeriksaan swab itu, empat diantaranya berasal dari Kabupaten Sikka (Klaster Lambelu), tiga orang dari Kota Kupang (Transmisi Lokal) dan satu orang dari Sumba Timur.

Khusus untuk Transmisi Lokal di Kota Kupang, dokter Domi mengatakan sudah sangat serius sebab penelusurannya sulit dilakukan. Warga Kota Kupang sudah harus merubah perilaku, yakni dengan semakin taat protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menggunakan sarung tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Transmisi lokal akan terus bertambah banyak jika tidak ada kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan,” tegasnya.

Ia mengatakan, saat ini di RSUD WZ Johanes masih ada 106 sampel swab milik orang-orang yang sebelumnya sempat berinteraksi dan berhubungan dengan korban meninggal akibat positif Corona. (Yantho)