ini Hari Flashnews
Home » Kesehatan » Orang Kepala Batu (OKB) Kota Kupang, Ancaman Terbesar Penyebar Corona

Orang Kepala Batu (OKB) Kota Kupang, Ancaman Terbesar Penyebar Corona

Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man saat memberikan keterangan Pers

Kupang, inihari.co- Walaupun Pandemi Corona Virus Disease tahun 2019 (Covid-19) telah menebar ketakutan dan menyebabkan kepanikan bagi seluruh umat manusia di dunia, namun hal tersebut tidak berlaku di Kota Kupang.

Di Kota Kupang, sampai hari ini, Kamis, 14 Mei 2020, terlihat sebagian warga masih melakukan aktivitas seperti biasa dan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Di sepanjang jalan El Tari, banyak warga yang lalu lalang dengan kendaraan bermotor tanpa menggunakan Masker.

Warga terlihat acuh tak acuh dan tidak ada rasa ketakutan apalagi panik walaupun di Kota Kupang sudah banyak pasien yang positif terjangkit virus Corona, dan bahkan ada yang sudah meninggal akibat virus tersebut.

Wakil Walikota Kupang – Hermanus Man pada konferensi pers Kamis malam, mengatakan bahwsa sampai hari ini banyak warga Kota Kupang yang terkesan tidak panik menghadapi virus Corona. Hal itu telah membuat pemerintah yang menjadi panik sebab takut virus Corona bisa menyebar dengan mudah.

“Saat ini jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah banyak. Bahkan, jumlah penderita positif Corona pun terus meningkat. Semua itu membuat saya mulai merasa panik, terlebih sampai hari ini tidak ada kepanikan dari Orang Kepala Batu (OKB) di Kota Kupang yang masih terus melakukan aktivitas seperti biasa, dan bahkan tanpa menggunakan masker, seakan saat ini tidak terjadi apa-apa,” terang Herman Man.

Untuk itu, Hermanus Man mengaku, dalam rangka mempersempit perkembangan virus Corona di Kota Kupang, pemerintah akan segera melakukan pembatasan jam operasi untuk sejumlah sarana umum, seperti pasar tradisional dan swalayan.

Menurutnya, saat ini pemerintah Kota Kupang sedang memikirkan jam operasi pasar tradisional, sehingga misalkan di buka pada pagi hari pukul 05.00 Wita, maka akan ditutup pada pukul 10.00 Wita, kemudian dilanjutkan buka pada sore pukul 15.00 Wita (jam 03 Sore) dan ditutup pada pukul 18.00 Wita (Jam 06 Sore).

“Jadi sementara sedang dipikirkan. Jadi misalkan swalayan atau Mart-Mart yang biasa buka jam 10 pagi Wita, kita suruh buka lebih awal pada jam 8 pagi, sehingga di jam 6 sore sudah harus tutup. Tujuannya agar malam tidak lagi ada warga yang datang berbelanja atau jalan-jalan lihat barang di tempat tersebut,” ungkapnya.

Selain pasar, Hermanus Man mengatakan, pemerintah juga sedang memikirkan untuk menutup Stand-Stand permainan di mall, seperti Lippo dan Ramayana.

Pertimbangan untuk menutup atau membatasi jam operasi juga sementara dipikirkan untuk diberlakukan pada tempat-tempat pangkas rambut dan sejumlah sarana penyedia jasa lainnya.

‘Makanan yang dibeli harus di bawa pulang. Tidak boleh makan di rumah makan atau restaurant. Lalu untuk antrean di Bank atau kasir tempat pembelanjaan juga wajib berjarak minimal satu-satu meter,” katanya.

Herman Man berharap, dalam waktu dekat semua rencana pemerintah tersebut sudah final dipikirkan, untuk selanjutnya dijadikan aturan untuk diterapkan demi memperkecil penyebaran virus Corona di Kota Kupang.

Lebih lanjut ia menghimbau agar seluruh warga Kota Kupang – Kota Kasih, bisa memancarkan kasih dengan terus menjaga kesehatan dengan menaati semua protokol-protokol kesehatan yang berlaku, agar tidak menjadi penyebar virus Corona bagi orang lain.

Sementara itu, terkait hasil update terbaru terkait Covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga hari ini, Kamis, 14 Mei 2020, pasien positif Covid-19 bertambah Sembilan (9) orang yang berasal dari hasil uji sampel Swab rujukan Rumah sakit Umum TC Hilers Maumere sebanyak 8 orang, dan 1 orang dari Rumah Sakit Umum Labuan Bajo.

Data Covid-19 di NTT hingga Kamis, 14 Mei 2020

Dengan penambahan tersebut maka total pasien COVID-19 di NTT menjadi 39 orang. Dua (2) pasien dinyatakan sembuh dan Satu (1) pasien meninggal dunia. 36 Paisen covid lainnya sementara dirawat dirumah sakit. (Yantho)