ini Hari Flashnews
Home » NTT Ini Hari » Realisasi Fisik Bendungan Temef Terus Alami Deviasi Plus

Realisasi Fisik Bendungan Temef Terus Alami Deviasi Plus

Pelaksana Lapangan pada Paket Dua yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya, Jarot

Temef, inihari.co- Pembangunan bendungan Temef dengan kapasitas tampung hingga 50 juta meter kubik yang memiliki total luas genangan sebesar 500 hektar di Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur ( NTT), hingga Selasa, 17 Maret 2020, terus berjalan sesuai kontrak.

Untuk pekerjaan pembangunan bendungan pada Paket Dua yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya, berdasarkan laporan progres mingguan realisasi konstruksi periode 8 Maret sampai 14 Maret yang dipaparkan Pelaksana Lapangan, Jarot, maka target progres pada total kontrak rencana fisik bendungan adalah sebesar 47,73 persen. Namun dari target tersebut, realisasi fisik yang sudah dicapai oleh PT Nindya – Bina Nusa Lestari (KSO) kini mencapai 48,78 persen, atau ada deviasi fisik sebesar + (plus) 01,05 persen.

Sementara untuk rencana keuangan, menurut Jarot, dari target yang nilainya sejajar dengan target fisik sebesar 47,73 persen, realisasinya masih di 45,89 persen, atau terjadi deviasi – (minus) sebesar 01,84 persen.

“Untuk realisasi terhadap DIPA tahun anggaran 2020, rencana atau target pembangunan fisiknya sebesar 50,37 persen. Namun untuk realisasi fisik yang sudah dikerjakan mencapai 52,34 persen, atau ada deviasi fisik sebesar +01,97 persen. Sedangkan untuk realisasi keuangan, masih 46,90 persen,” jelas Jarot, Selasa (17/03/2020).

Kondisi Bangunan Temef Hingga Pertengahan Maret 2020

Dikatakan, untuk tahun 2020 ini, target keuangan yang akan dituntaskan sampai pada nilai 500 miliar rupiah, dengan pekerjaan fisik mencakup struktur pekerjaan beton, galian atau slope protection dan bore pile. Sementara untuk akses jalan, akan dituntaskan hingga aspal dari STA (stasiun) 0 (nol) sampai STA 1200.

“Saat ini kami sedang lakukan galian tanah untuk penanganan lereng tebing dengan teknik terbaru pasca longsor. Kami juga lakukan pekerjaan beton pada dinding pengarah beton dan pekerjaan bangunan pelimpah (spillway), serta nantinya pada awal bulan April mendatang akan kami kerjakan bore pile,” terangnya.

Terkait rintangan kerja di musim hujan, Jarot mengaku memang menyebabkan sedikit melambat “slow down” sebab jika dipaksakan maka akan berpotensi bahaya terhadap pekerja. “Banjir yang kadang mengganggu akses kerja kita. Untuk itu, mengantisipasinya kami atur strategi dengan cara cara mengganti jam kerja,” katanya.

Sementara itu, Widanto, Pelaksana Lapangan pada Paket Satu yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya, mengatakan bahwa untuk tahun 2020, pihaknya akan fokus menyelesaikan pembangunan bangunan pengelak yang berfungsi mengalihkan aliran sungai utama selama pekerjaan konstruksi bendungan dilaksanakan.

“Kami akan fokus pada bangunan pengelak, sebab pada bagian outlet masih ada yang harus kami kerjakan. Ada juga Lima segmen untuk conduit atau saluran yang tersisa yang harus dikerjakan, sehingga semuanya itu selesai barulah kami fokus kembali ke pekerjaan pembangunan tubuh bendungan,” ungkapnya.

Untuk strategi kerja saat banjir atau hujan, Widianto mengaku, pihaknya juga melakukan pergantian jam kerja.

“Kami memiliki orang-orang yang bertugas sebagai pemantau banjir di setiap hulu sungai, sehingga jika ada potensi banjir, maka orang atau petugas tersebut dengan segera akan menginformasikan kami agar segera menghentikan pekerjaan jika kami sedang melakukan pengecoran,” jelasnya.

Untuk diketahui, selain untuk menampung air dan melestarikan air tanah di pulau Timor, pembangunan bendungan Temef juga diperuntukan pada pengendalian banjir bagi wilayah Kabupaten Malaka, serta juga untuk kepentingan irigasi 4500 hektar lahan pertanian, air baku 1M3 dan listrik tenaga air. (Yantho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*