ini Hari Flashnews
Home » NTT Ini Hari » Ajhar Jowe Ambubari: Polemik Proyek SPAM di Ndori Harus Ditindak Lanjuti

Ajhar Jowe Ambubari: Polemik Proyek SPAM di Ndori Harus Ditindak Lanjuti

Ajhar Jowe Ambubari

Kriminal, inihari.co- Peduli akan persoalan air bersih di Kecamatan Ndori Kabupaten Ende, Ajhar Jowe Ambubari selaku Putera Ndori, meminta aparat penegak hukum baik Kepolisian Resort (Polres) Ende maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende untuk menelusuri kembali proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp 2,9 miliar tahun anggaran 2016 di Kecamatan Ndori yang mubazir.

Dikatakan, masyarakat Ndori sampai hari ini, Kamis (05/03/2020) masih bergelut dengan persoalan kekeringan akibat kurangnya sarana air bersih di wilayah tersebut. Bahkan pada musim sekalipun, masyarakat Ndori menurutnya masih mengalami kesusahan air bersih.

“Di Ndori sampai saat ini masih mengalami kesusahan air. Bahkan di masim hujan sekalipun. Sehingga, jika proyek SPAM di Ndori menjadi proyek mubasir sampai hari ini, maka secara sadar maupun tidak sadar, proyek itu telah dikerjakan oleh oknum tertentu dengan pengusa tertentu dengan tujuan hanya mencari keuntungan tanpa mempedulikan tujuan utama dari peruntukkan proyek tersebut,” tegasnya.

Ketua GP (Gerakan Pemuda) Ansor NTT periode 2019-2024 ini mengatakan, polemik terkait proyek SPAM senilai Rp 2,9 miliar tahun anggaran 2016 di Kecamatan Ndori, sampai hari ini masih gencar dibicarakan di media sosial Facebook dan juga pemberitaan di media masa. Hal itu diakibatkan karena pelaksanaan proyek SPAM yang sudah sekian tahun berjalan tersebut masih menyimpan kekecewaan bagi masyarakat Ndori dan rakyat Ende pada umumnya.

Ia menjelaskan, semua orang tahu bahwa fakta dari proyek SPAM di Ndori telah mubasir sampai hari ini tanpa bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, kondisi pipa yang dibiarkan melintang diatas tanah warga tanpa ditimbun, juga diakui sering menyebabkan warga yang melintas menjadi nyaris mengalami kecelakaan.

Terkait laporan dugaan KKN pada proyek SPAM Ndori Ende oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) cabang Ende ke Kejari Ende, menurut Ajhar, merupakan langkah luar biasa yang harus didukung dan diberikan apresiasi. Ia mengaku sangat berterima kasih, sebab hal itu merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap rasa keadilan serta pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat Ende, khususnya di Ndori.

“Laporan-laporan seperti itu agak susah dilakukan oleh masyarakat. Terkadang ruang untuk masyarakat melakukan hal tersebut sangatlah kecil. Sehingga, jika ada OKP (Organisasi Kepemudaan) seperti PMKRI yang peduli terhadap masalah-masalah seperti itu, maka perlu didukung,” katanya.

Ajhar pun meminta PMKRI untuk bisa terus melakukan pengawalan terhadap laporan yang telah dimasukkan, agar laporan itu dapat segera ditindak-lanjuti secepatnya oleh pihak kejaksaan.

Ia pun berharap, jika polemik SPAM di Ndori Ende memang merupakan bagian dari pelanggaran hukum, maka pihak Polres Ende dan Kejari Ende dapat segera mengambil langkah hukum yang konkrit kepada semua pihak yang terkait di dalam proyek SPAM yang mubasir tersebut. Tujuannya adalah, agar polemik SPAM di Ndori tidak terus menerus menjadi buah bibir masyarakat terhadap penegakkan hukum di Ende. “Jadi jika ada kesalahan, pelanggaran hukum, ketidak-benaran dalam proyek SPAM di Ndori lalu kemudian dibiarkan oleh penegak hukum, maka patut dipertanyakan ada apa dengan aparat penegak hukum di Ende,” tegasnya. (Yantho)