ini Hari Flashnews
Home » NTT Ini Hari » Dugaan Korupsi Proyek SPAM dan Jalan di Ende, Resmi Laporkan PMKRI Ke Kajari Ende

Dugaan Korupsi Proyek SPAM dan Jalan di Ende, Resmi Laporkan PMKRI Ke Kajari Ende

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende Bangga Prahara saat menerima laporan dari PMKRI yang diserahkan oleh Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) Ferdinandus G. Lewa Koten

Ende, inihari.co- Sejumlah kasus dugaan Korupsi yang terjadi sejak tahun anggaran 2016 di Kabupaten Ende, resmi dilaporkan oleh Organisasi Mahasiswa Khatolik yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Kepala Kejaksaan Negeri Ende.

Laporan tertulis tersebut diserahkan langsung oleh Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) Ferdinandus G. Lewa Koten, didampingi dua orang anggota PMKRI Ende pada Senin, (02/03/2020) dan diterima oleh Kasi Intel Kejari Ende – Bangga Prahara, SH.

Kepada wartawan usai menerima laporan tertulis dari PMKRI, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende Bangga Prahara mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada elemen mahasiswa yang telah perduli dengan pembangunan di daerah ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian teman-teman PMKRI atas apa yang terjadi dalam proses pembangunan di Ende. Setiap laporan yang masuk telah diserahkan akan ditindaklanjuti secara baik” katanya.

Sementara Ferdinandus G. Lewa Koten mengatakan, yang dilakukan PMKRI merupakan bentuk dukungan terhadap penanganan kasus korupsi oleh Kejari di Ende. “Ini adalah bentuk kepedulian dan upaya kami dalam mengawal kejaksaan dalam menangani kasus-kasus di Ende,“ katanya.

Menurutnya, kasus-kasus yang mereka laporkan ini sebenarnya adalah kasus-kasus yang sudah pernah disuarakan di jalan oleh PMKRI. Namun, karena pihak Kejari meminta agar laporan kasus-kasus tersebut dilakukan secara resmi, makanya hari ini PMKRI telah melakukannya secara resmi agar lebih jelas penanganannya.

Dikatakan, sebagai pengawal pembangunan di daerah ini, PMKRI siap mengawal kasus ini hingga tuntas. “Ini kita akan kawal hingga tuntas jadi kami tetap pantau. Jika tidak ada penanganan lebih lanjut oleh pihak Kejaksaan, maka PMKRI siap datang dalam cara dan suasana yang berbeda,” tegasnya.

Untuk diketahui, salah satu kasus yang di laporkan oleh PMKRI ke Kejari Ende adalah kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan dalam Kota Ende tahun 2016 Senilai Rp22.4 milyar yang di kerjakan Oleh PT Yetty Dharmawan.

Selain itu, ada juga kasus dugaan korupsi pembangunan jaringan pipa Saluran Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende Tahun 2016 senilai Rp. 2,9 miliar dan proyek SPAM lainnya. (Yantho)