ini Hari Flashnews
Home » Kupang Metro » Kadis PUPR NTT Optimis Proyek di Amfoang Selatan Selesai

Kadis PUPR NTT Optimis Proyek di Amfoang Selatan Selesai

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maksi Nenabu

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maksi Nenabu

Kupang, inihari.co- Pembangunan ruas Jalan Bokong-Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 40 kilometer yang sementara dikerjakan oleh Empat kontraktor yang terbagi dalam Empat Sekmen, yakni Sekmen Satu oleh PT. Nusa Jaya Abadi (9,5 kilometer), Segmen Dua oleh PT. Surya Agung Kencana (10 kilometer), Sekmen Tiga oleh PT. Bumi Permai Nusantara (10 kilometer) dan PT. Berlian Aseal’s Murni (10,5 kilometer), dinilai akan selesai dikerjakan secara tepat waktu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maksi Nenabu di ruangannya, Rabu (27/11/2019).

Dirinya optimis bahwa pembangunan ruas Jalan Bokong-Lelogama untuk mendukung pembangunan Observatorium Nasional Timau sebagai kawasan wisata sekaligus pusat penelitian dan teknologi keantariksaan itu akan selesai sesuai masa kontrak pada tanggal 15 Desember mendatang.

“Memang pekerjaan ini cukup berat. Namun fisik pekerjaan di lapangan terus mengalami kemajuan yang baik, dan itu membuat saya yakin bahwa pekerjaan di empat sekmen itu akan selesai, terlebih setelah adanya adendum waktu pelaksanaan selama 40 Hari yang diberikan untuk ke semua sekmen,” katanya.

Menurutnya, pekerjaan dapat berjalan baik jika didukung oleh tenaga kerja dan peralatan serta armada yang memadai.

Jika kontraktor pelaksana memiliki tenaga kerja yang cukup, baik dari segi jumlah maupun kemampuan kerja, didukung dengan alat dan armada yang lengkap, serta memiliki material dan aspal yang mendukung, maka semuanya dapat berjalan dengan lancar.

“Untuk itu saya sudah meminta teman-teman mitra yang memiliki AMP (Asphalt Mixing Plant) untuk bisa saling bahu-membahu membantu yang mengalami kekurangan aspal. Saya juga sudah meminta semua sekmen dapat menambah tenaga kerja, dan bila perlu memberlakukan kerja lembur agar proyek pembangunan ruas Jalan Bokong-Lelogama ini sukses dikerjakan.” katanya.

Jika dalam pelaksanaan nantinya tidak sesuai harapan dan terjadi keterlambatan setelah selesai masa kontrak, Maksi mengaku akan tetap berpegangan pada aturan yang berlaku, yakni memberikan denda perhari senilai 1 0/00 (satu permil) dari sisa pekerjaan. Denda itu akan mulai dihitung pada masa perpanjangan waktu denda selama 50 hingga 90 hari kalender. (Yantho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*