ini Hari Flashnews
Home » Ekbis » Bappeda dan Inspektorat Siap Awasi Dana PEM
64 views

Bappeda dan Inspektorat Siap Awasi Dana PEM

Kepala Bappeda Kota Kupang – Edward Jhon Pelt

Kepala Bappeda Kota Kupang – Edward Jhon Pelt

Kupang, inihari.co- Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang – Edward Jhon Pelt mengatakan, untuk mengatasi persoalan pengembalian dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) oleh masyarakat penerima manfaat, Bappeda bekerjasama dengan Inspektorat akan melakukan pengawasan. Pengawasan nantinya juga dilakukan untuk mencegah terjadinya permainan antara Pengelola Dana PEM dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penentuan calon penerima manfaat.

Saat ini dana PEM yang sementara bergulir di masyarakat sebesar 91 miliar untuk 15.552 penerima manfaat. Dana itu diberikan pemerintah bagi masyarakat miskin yang memiliki usaha untuk mengembangkan usaha mereka.

“Dalam melakukan pengawasan, kami akan prioritas pada kelurahan yang bertunggakan besar. Hal ini dilakukan sebab kami khawatir telah terjadi penyalahgunaan dana PEM di kelurahan-kelurahan tersebut,” kata Pelt, Rabu, (27/03/2019).

Pelt juga menjelaskan, selain pengawasan langsung, solusi pada pengembalian dana PEM juga akan dilakukan melalui Aplikasi Danamas. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat penerima manfaat bisa memantau sendiri proses pembayaran dan sisa tunggakan yang harus dibayarkan.

“Banyak masyarakat tidak suka berurusan dengan Bank,  sehingga mereka memilih untuk menitip angsuran pengembalian dana PEM kepada petugas kelurahan. Penitipan ini yang sering bermasalah karena tak bisa dijamin apakah diantar tepat waktu atau tidak sama sekali. Untuk itu, melalui aplikasi Danamas, penerima manfaat sudah bisa melakukan pengembalian melalui transaksi non tunai,” terangnya.

Ia juga mengaku, untuk Juknis dana PEM juga akan diubah agar sanksi bagi pelanggar atau penyalahgunaan dana PEM bia diberlakukan dengan maksimal.

Untuk diketahui, presentasi penyerapan dana PEM di 51 kelurahan di Kota Kupang mencapai 80 persen. Dana tersebut sudah dikucurkan sejak tahun 2015 dan tahun 2017 lalu. Sementara untuk tahun 2019, tidak dikucurkan karena banyak tunggakan yang belum terselesaikan. (Yantho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>