ini Hari Flashnews
Home » NTT Ini Hari » Pulau Rinca, Wisata Alam di Tempat Naga Purba

Pulau Rinca, Wisata Alam di Tempat Naga Purba

Komodo di Pulau Rinca

Komodo di Pulau Rinca

KUPANG, Inhari.co – Pulau Rinca adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Kendati nama Pulau Komodo lebih dikenal, tapi wisatawan tak sedikit yang berkunjung ke Pulau Rinca. Alasannya selain jarak tempuh dari Labuan Bajo lebih dekat, populasi Naga Purba alias komodo di pulau ini juga lebih banyak.

Pulau Rinca beserta Pulau Komodo dan Pulau Padar merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat melalui kementerian kehutanan. Pulau Rinca berada di sebelah barat Pulau Flores, yang dipisahkan oleh Selat Molo.

Pulau ini juga merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, karena merupakan kawasan Taman Nasional Komodo bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Padar dan Gili Motang. Di pulau ini hidup berbagai jenis binatang seperti komodo, babi liar, kerbau, monyet, rusa dan burung. Pulau Rinca dapat dicapai dengan perahu kecil dari Labuan Bajo-Flores barat sekitar 1 Jam lebih.

Tidak jauh dari pintu Dermaga atau Loh Buaya terdapat patung Komodo berukuran tiga meter lebih. Dari patung tersebut, hamparan alam yang menakjubkan seolah berada di gurun savana, walaupun tandus dan gersang tetapi indah. Di pulau ini juga sangat cocok untuk Photo hunting, video shooting, Menyelam dan snorkeling di Pantai Merah (Pink beach).

Seperti disampaikan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Dula menjelaskan bahwa pulau seluas 19 ribu hektar ini memiliki populasi komodo mencapai 3000-an ekor, atau lebih banyak jika dibanding Pulau Komodo.

“Di pulau Rinca, bentuk komodo lebih ramping dan gesit, sedangkan di Pulau Komodo bentuk tubuhnya lebih besar dan malas bergerak,” kata Agustinus yang dihubungi pertelepon dari Kupang, Rabu, (17/9).

Pulau Rinca yang terkenal dengan gersang ini sudah mulai ditanami pepohonan bakau menghiasi habitat sang naga purba ini. Tak jauh dari pintu masuk dermaga juga, Para Komodo sudah mulai ditemukan. Tetapi jumlah yang ditemukan itu hanya sedikit daripada yang sedang bernaung dibawah dapur para pawang atau Ranger.

“Mereka berada di bawah rumah dan dapur para ranger. Berkeliarannya komodo di area ini karena bau makanan yang memancing mereka berkumpul. Penciuman hewan pemangsa ini sangat tajam,” tutur Agustinus.

Lantaran penciuman binatang pemangsa daging ini sangat tajam, dan mampu mencium bau hingga jarak 5 km. Maka Bagi perempuan yang sedang haid harap memberitahu ranger, karena sangat berbahaya dan sebaiknya berada tetap di dalam rombongan.

Untuk diketahui pula, Komodo mampu bertahan hidup selama 90 tanpa makan. Komodo akan puas makan selama masa 3 bulan saat sedang menjaga sarangnya hingga musim hujan tiba dan lubang sarangnya kembali tertimbun tanah.

Bagi wisatawan, beberapa trek atau rute yang bisa dipilih dari trek pendek, sedang hingga terpanjang. Masing-masing trek ini berjarak antara 2-8 km, dan memakan waktu sekitar 1–3 jam. Di tengah trek, ranger akan menunjukkan sarang komodo. Sarang komodo berbentuk lubang dengan kedalaman sekitar 2 meter. Di tempat inilah sang kadal raksasa bertelur.

Bagi yang suka petualangan menantang, disarankan memilih trek terpanjang. Kemungkinan Anda akan menjumpai komodo dengan berbagai ukuran, juga lebih besar tentunya. Bagi anda yang ingin berlama-lama mengunjungi pulau itu, seluruh fasilitas penginapan dan lain-lain tersedia di Labuan Bajo dan Pulau Komodo. (Lau/Inapos.com)