Peken Jasindo Dorong UMKM Naik Kelas, Perkuat Ekonomi Rakyat di Kupang

banner 468x60

Kupang, inihari.co- Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Asuransi Jasindo melalui event “Peken Jasindo” menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Kupang. Berbagai aktivitas yang menggabungkan unsur edukasi, budaya, dan ekonomi ini membuka ruang luas bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga komunitas difabel untuk berkembang.

Sejak bazar UMKM dibuka, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga berbondong-bondong mengunjungi stan dan membeli beragam produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya yang dihasilkan pelaku usaha kecil.

Kehadiran kegiatan ini tidak hanya mendorong transaksi ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat eksistensi produk lokal agar lebih dikenal luas. Pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha mereka.

Selain bazar, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai sesi edukatif seperti talkshow digital marketing yang memberikan wawasan kepada pelaku usaha tentang strategi pemasaran di era digital. Hal ini dinilai penting untuk mendorong UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Tidak hanya itu, workshop keterampilan dan pelatihan bahasa isyarat turut digelar sebagai bentuk inklusivitas kegiatan. Komunitas difabel diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif, sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam dunia usaha dan sosial.

Program layanan sertifikasi halal juga menjadi salah satu fokus penting dalam kegiatan ini. Bagi pelaku usaha kuliner, sertifikasi ini menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi daerah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan nilai “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang” sebagai fondasi kekuatan ekonomi lokal.

Menurutnya, kegiatan seperti Peken Jasindo merupakan ruang strategis untuk mendorong UMKM naik kelas. Produk lokal mendapatkan panggung, sementara masyarakat turut berperan sebagai penggerak utama roda ekonomi melalui dukungan nyata.

Serena juga menyinggung keberhasilan program Saboak atau Sunday Market di Taman Nostalgia yang sejak diluncurkan pada 2025 telah melibatkan ratusan UMKM dan mencatatkan omzet hingga miliaran rupiah. Hal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menciptakan dampak ekonomi signifikan.

Ia menilai Peken Jasindo menjadi langkah lanjutan dalam memperluas ruang ekonomi rakyat. Semakin banyak kegiatan serupa digelar, semakin besar pula peluang pertumbuhan bagi pelaku UMKM di Kota Kupang.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga mengusung konsep ramah lingkungan melalui inisiatif pasar tanpa plastik. Langkah ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan, Peken Jasindo diharapkan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi inklusif di Kupang, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. (Yantho Sulabessy Gromang)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *