Kupang, inihari.co- Menyongsong peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2026 mendatang, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kupang, Randi Daud, menyampaikan harapan dan sejumlah saran strategis untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kupang.
Menurut Randi, pendidikan tidak sekadar menjadi kewajiban formal, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan hari ini dalam sektor pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap wajah Kota Kupang di masa mendatang.
“Pendidikan ini adalah investasi masa depan. Apa yang kita tanam sekarang akan menentukan bagaimana wajah Kota Kupang ke depan,” ujarnya, Kamis (30/04/2026).
Ia juga menekankan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai penentu arah dan kualitas generasi penerus. Guru, kata dia, memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Karena itu, Randi mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan dan peningkatan kapasitas guru, termasuk melalui intervensi anggaran yang tepat sasaran. Salah satu langkah penting adalah menghadirkan pelatihan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Di era globalisasi dan digitalisasi ini, guru harus dibekali dengan pelatihan yang mampu menjawab tantangan teknologi. Dunia pendidikan sekarang sudah serba elektronik, sehingga perlu kesiapan yang matang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi guru menjadi kunci dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis digital. Guru harus mampu membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif dan berpikir kritis.
Lebih lanjut, Randi mengingatkan bahwa tingginya angka kelulusan tidak selalu mencerminkan kualitas pendidikan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, peningkatan mutu pembelajaran harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pencapaian angka statistik.
“Kelulusan tinggi belum tentu menunjukkan kualitas. Yang kita butuhkan adalah pendidikan yang benar-benar menghasilkan generasi berkualitas,” tegasnya.
Selain aspek akademik, Randi juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Ia mencontohkan pentingnya membangun kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus diajarkan mulai dari tingkat pendidikan paling dasar hingga menengah.
“Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini, dari TK hingga SMA. Anak-anak harus diajarkan untuk peduli lingkungan, menjaga fasilitas publik, dan memiliki sikap sosial yang baik,” katanya.
Randi berharap momentum Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kupang, demi menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing di masa depan. (Yantho Sulabessy Gromang)
