Kupang, inihari.co- Di tepian Alun-Alun Kota Kupang, aroma rempah dan panggangan berpadu dengan suara riuh pengunjung yang antusias. Cahaya matahari pagi menari di atas lantai marmer dan kontainer warna-warni yang tertata rapi, menciptakan atmosfer yang hangat, hidup, dan sarat energi. Di tengah itu, komitmen Wali Kota Kupang bersinar nyata: mendorong UMKM kuliner berkembang sekaligus memperkuat identitas ekonomi kreatif kota.
Peresmian FLOTHIA UMKM Food Court bukan sekadar seremoni. Kehadiran Wali Kota bersama jajaran DPRD, Penjabat Sekda, pimpinan OPD, dan tokoh masyarakat menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk membuka peluang, menyalurkan inovasi, dan menghadirkan ruang bagi para pelaku usaha lokal.
“FLOTHIA dapat menjadi model sentra UMKM yang tidak hanya hidup di pusat kota, tetapi juga menjangkau hingga tingkat kecamatan. Dengan begitu, dampak ekonominya semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Wali Kota, menegaskan visi keberlanjutan ekonomi lokal.
Manfaat FLOTHIA terasa nyata. Pertama, sebagai ruang kuliner modern, sentra ini menampung puluhan UMKM, memberi mereka tempat permanen untuk memasarkan produk, meningkatkan pendapatan, dan memperluas jejaring usaha. Setiap meja dan kontainer menjadi panggung bagi kreativitas pengusaha lokal.
Kedua, FLOTHIA berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Dengan agenda lomba mewarnai untuk 2.000 anak serta acara komunitas lainnya, tempat ini menggabungkan ekonomi dan edukasi, menciptakan pengalaman multisensori bagi pengunjung, sekaligus menanamkan nilai kreatif sejak dini.
Wali Kota menekankan bahwa keberadaan FLOTHIA juga sejalan dengan prinsip kota sehat dan bersih. Penyediaan fasilitas pendukung, termasuk kontainer sampah besar, memastikan area ini tetap nyaman dan ramah lingkungan, mendukung kesejahteraan pengunjung sekaligus pelaku usaha.
Kehadiran FLOTHIA juga menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi generasi muda. Ruang yang inklusif dan terbuka ini memicu inovasi baru, dari kreasi kuliner hingga pengembangan kegiatan seni dan budaya, menjadikan wirausaha bukan hanya profesi, tetapi gaya hidup kreatif yang inspiratif.
Respons masyarakat terlihat dari antusiasme saat grand opening. Sorak-sorai pengunjung, tatapan penasaran anak-anak, dan interaksi hangat dengan pelaku usaha menciptakan pengalaman yang memikat, seolah setiap sudut FLOTHIA menyimpan cerita dan peluang yang menunggu untuk dijelajahi.
Ibu Lina, pengunjung sekaligus pelanggan setia UMKM lokal, memberikan testimoni: “FLOTHIA membuat saya merasa dekat dengan para pelaku usaha. Suasananya hangat, bersih, dan penuh kreativitas. Anak-anak saya juga senang karena banyak kegiatan edukatif di sini.” Kata-kata ini menambah dimensi emosional yang membungkus keseluruhan pengalaman di sentra kuliner baru ini.
Selain meningkatkan ekonomi lokal, FLOTHIA juga memfasilitasi kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan warga dapat bertemu dalam satu ruang yang nyaman, memungkinkan terciptanya ide, inovasi, dan jejaring yang memperkuat daya saing kota.
Lebih jauh, FLOTHIA menjadi simbol integrasi antara kreativitas, ekonomi, dan budaya. Setiap event, setiap sajian kuliner, dan setiap kegiatan edukatif membentuk wajah baru Kota Kupang yang kreatif, mandiri, dan berkelanjutan.
Ketika matahari mulai meredup, aroma kuliner masih tersisa di udara, tawa pengunjung menggema, dan semangat kewirausahaan terasa mengalir di setiap sudut. FLOTHIA menegaskan posisinya sebagai pusat kehidupan baru yang tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menanamkan nilai sosial, edukasi, dan budaya yang elegan serta inklusif bagi seluruh warga Kota Kupang. (Yantho Sulabessy Gromang/Advertorial)
