Kupang, inihari.co- Anggota DPRD Kota Kupang, Benyamin Moses Mandala, S.H., yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Oesapa untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Dari RT 29/RW 10, warga meminta perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap saluran air (drainase) di sepanjang Jalan Timor Raya yang saat ini tersumbat dan menyebabkan genangan air saat hujan. Warga berharap agar dinas terkait segera melakukan pembersihan saluran tersebut.
Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan dan pemasangan lampu jalan di Jalan Mandala untuk meningkatkan keamanan lingkungan pada malam hari.
Warga RT 29 juga menyampaikan aspirasi agar gedung Pustu yang tidak lagi difungsikan dapat dibebaskan dan dialihfungsikan menjadi Kantor Koperasi Merah Putih, guna mendukung kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu, dari RT 32/RW 11, warga mengusulkan penyediaan truk sampah untuk mengangkut limbah rumah tangga yang selama ini menumpuk.
Selain itu, mereka juga meminta pemasangan lampu jalan di sembilan titik, di mana tiang lampunya sudah tersedia namun belum terpasang lampu.
Warga juga berharap pemerintah memperhatikan perbaikan tanggul yang rusak agar tidak mengancam pemukiman saat musim hujan.
Dalam kesempatan tersebut, kelompok ibu-ibu rumah tangga menyampaikan aspirasi berupa permintaan bantuan modal usaha untuk mendukung kegiatan ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Benyamin Moses Mandala, S.H. dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap persoalan mendasar masyarakat.
“Kita tidak bisa terus membiarkan persoalan yang sama berulang setiap tahun. Saluran air tersumbat, lampu jalan padam, sampah menumpuk; itu hal dasar yang seharusnya sudah tuntas. Saya akan dorong dan kawal agar Dinas terkait segera turun tangan. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan janji,” tegas Benyamin Mandala.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan diperjuangkan hingga ke tahap realisasi, bukan sekadar dicatat di atas kertas.
“Saya akan bawa semua usulan ini ke rapat pembahasan di DPRD. Kalau ada hambatan di birokrasi, kami di Komisi I siap memanggil instansi terkait. Kami tidak ingin suara rakyat berhenti di meja reses, kami ingin hasilnya terlihat di lapangan,” ujarnya dengan nada tegas.
Benyamin juga menambahkan bahwa reses bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab moral seorang wakil rakyat untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Kami di Gerindra berkomitmen memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Selama saya dipercaya duduk di DPRD, saya akan berdiri di depan membela aspirasi masyarakat Oesapa dan seluruh warga Kota Kupang,” tutupnya. (Yantho Sulabessy Gromang)
