Kupang, inihari.co- Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan Kapasitas atau kemampuan dalam memimpin, Kapabilitas atau kemampuan mengelola organisasi dan sumber daya, dan juga Integritas atau jiwa yang memiliki komitmen untuk jujur dan bekerja penuh konsisten agar daerah yang dipimpin dapat berkembang dan mencapai kesejahteraan.
Saat ini, di antara putra-putri terbaik Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah tampil dan menyatakan diri maju sebagai bakal calon Gubernur (Bacagub) dan bakal calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Provinsi NTT periode 2024-2029, ketiga unsur tersebut dapat ditemukan pada figur Orias Petrus Moedak dan Sebastian Salang yang dikenal dengan Paket OaSe melalui sepak terjang serta karir hidup yang mereka lalui.
Berikut sepak terjang serta karir hidup dari Bacagub Orias Petrus Moedak:
Keempat unsur tersebut juga dapat ditemukan di dalam pergerakan yang telah dilakukan oleh paket OaSe yang berdampak pada maraknya pembicaraan masyarakat serta antusias warga untuk berdiskusi tentang masa depan NTT jika nantinya NTT berada di bawah kepemimpinan Bacagub dan Bacawagub tersebut sejak mereka (Paket OaSe) menyatakan diri maju dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) NTT pada November 2024 mendatang.
Hingga Rabu, 8 Mei 2024, paket OaSe telah mendaftarkan diri ke 5 partai politik (Parpol) yakni PDI Perjuangan, PKB, PAN, dan Partai Gerindra serta Partai Hanura. Kedatangan mereka pada setiap Parpol terlihat jelas disambut baik dan mendapat sinyal dukungan serta kepercayaan dari masing-masing Parpol.
Dengan tagline “Jangan Mencuri”, paket OaSe dipercaya akan membawa NTT ke arah yang lebih baik melalui perubahan positif di bidang Kesehatan, Pendidikan, Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan, serta sektor Pariwisata.
Paket OaSe juga diyakini mampu meningkatkan Profesionalisme ASN, meningkatkan APBD dan PAD NTT, mengoptimalisasi Aset Daerah, menyediakan Lapangan Kerja yang lebih baik, mampu mengengembangan Seni Budaya dan Olahraga, menciptakan pengembangan Logistik dan Transportasi, serta peka dalam Tanggap Bencana. (Yantho Sulabessy Gromang)
