Tiap 3 Detik TBC Renggut 1 Nyawa Manusia di Dunia

Workshop Dinas Kesehatan bersama UNICEF

Kupang, inihari.co- Dalam workshop bertema peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan penyakit-penyakit pada anak di Kota Kupang yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang bekerjasama dengan UNICEF di Hotel Aston Kupang, Dokter Vama Chrisna Taolin mengungkapkan bahwa TBC merupakan salah satu penyakit yang perlu dilawan, sebab berdasarkan data, setiap 3 detik terdapat satu orang meninggal dunia akibat TBC.

“Jadi setiap 3 detik ada 1 orang di dunia yang meninggal akibat Tuberkulosis atau TBC. Indonesia sendiri menjadi negara kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Sementara Provinsi NTT masuk dalam 7 Provinsi terbesar kasus TBC di Indonesia,” kata Dokter Vama Chrisna Taolin selaku MPH dari UNICEF Perwakilan NTT-NTB, Selasa (30/05/2023).

Insidensi jumlah kasus TBC di Indonesia adalah 354 per 100 ribu penduduk, dengan estimasi kasus 969 ribu atau sekitar 1 kasus setiap 33 detik.

Menurut Dokter Vama, kasus TBC yang menyerang orang dewasa jumlahnya sangat banyak. Sehingga jika dipikirkan secara jernih, maka anak-anak dengan kekebalan tubuh yang tidak sekuat orang dewasa akan lebih rentan diserang TBC.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk melindungi anak-anak kita. Di NTT sendiri kasusnya 23 persen, jadi ini harus diperangi bersama terutama oleh tenaga kesehatan,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014, setiap tenaga kesehatan yang berhadapan dengan anak-anak wajib menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit atau MTBS.

Lebih lanjut dikatakan, sejak Tahun 2022 Kementerian Kesehatan sudah membuat alur pelayanan TBC, sehingga harus dilaksanakan. Pelaksanaannya harus dilihat baik-baik agar terus dilakukan skrining sehingga anak-anak bisa segera diobati.

“Kedepannya program peningkatan kapasitas juga akan menjangkau guru-guru atau tenaga pendidik PAUD yang dekat dengan anak-anak agar paham dengan pelayanan. Tujuannya agar para guru PAUD juga dapat mendeteksi TBC dan melakukan penanganan segera bagi anak-anak yang terkena TBC,” terangnya.

Dokter Vama berharap, dengan semua upaya yang telah dilakukan maka anak-anak di Kota Kupang bisa sehat. UNICEF, akunya, juga akan menggandeng dinas pendidikan untuk bersama-sama bersosialisasi dan memberikan pemahaman tentang pencegahan dan penanganan TBC di lingkup sekolah.

Dirinya menambahkan, UNICEF sebagai satu badan di dalam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mempunyai mandat untuk mendukung pemerintah Pusat, Provinsi dan pemerintah Kabupaten – Kota dalam memenuhi hak-hak anak. Dalam bidang kesehatan, UNICEF sangat konsen dalam Kesehatan anak, pertumbuhan dan perkembangan anak. (Yantho Sulabessy Gromang)

Pos terkait