Kupang, inihari.co- Kondisi jalan berlubang yang selama ini menjadi akses satu-satunya menuju Pustu dan kantor BMKG serta pemukiman warga di Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa – Kota Kupang, akhirnya diperbaiki.
Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai 2 miliar 835 juta rupiah, pemerintah Kota Kupang saat ini mulai melakukan pembenahan jalan di wilayah RT 01, RT 20 dan RT 21 di kelurahan Belo dengan konstruksi Lataston (HRS Base).
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Belo – Bayu Mauta mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah Kota Kupang melalui Dinas PUPR Kota Kupang yang sudah memberi perhatian bagi masyarakat Belo dalam mendapatkan akses jalan yang baik dan berkualitas.
Menurutnya, sebagai Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memang sudah selayaknya seluruh akses jalan yang ada di Kota Kupang yang rusak atau belum tersentuh pembangunan harus diperbaiki dan dibangun demi kenyamanan pengguna sekaligus pemenuhan estetika Kota sesuai standar kelayakan yang berlaku.
“Saya mewakili masyarakat Belo sangat bersyukur dengan adanya paket pekerjaan rekonstruksi atau peningkatan kapasitas struktur jalan di Kelurahan Belo. Ini merupakan jawaban dari seluruh harapan kami yang telah diaspirasikan melalui kegiatan Musrembang selama ini,” katanya, Selasa (26/04/2022).
Dirinya mengaku, dengan adanya akses jalan yang diperbaiki maka masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan ke Pustu sudah bisa melaluinya dengan baik tanpa takut terjadi kecelakaan atau jatuh dari kendaraan bermotor. Jalan yang baru dikerjakan itu juga dinilainya sangat membantu dalam akses menuju kantor BMKG dan kantor Lab Bioseptik yang sementara dibangun.
Pemerintah Kota Kupang juga dihimbaunya agar kedepan dapat melakukan pembangunan jalan di wilayah lainnya di Kelurahan Belo yang belum tersentuh atau yang masih dalam kondisi rusak. Terlebih di wilayah RT 04 dan RT 05 yang merupakan area pemukiman yang padat, namun belum memiliki akses jalan yang baik.
“Saya kasihan anak-anak sekolah yang tinggal di RT 05 dan RT 06, sebab dalam keseharian mereka menuju sekolah harus memutar melalui Jalur 40 untuk kembali naik menuju arah atas tempat lokasi sekolah SMAN 6, SMPN 12, SD Inpres dan SD GMIT serta TK dan juga Paud,” ujarnya.
Untuk itu dirinya berharap, akses jalan di wilayah RT 05 dan RT 06 Kelurahan Belo bisa menjadi perhatian dan prioritas pemerintah Kota Kupang dalam rencana pembangunan jalan tahun anggaran 2023 mendatang.
Sementara Viktoria Langgadewa, warga RT 20 RW 01 mengatakan, dengan adanya pembangunan jalan Hotmix di wilayah pemukiman mereka, para pengendara bermotor yang selama ini selalu takut saat melewati jalan berlubang yang bisa membahayakan keselamatan, kini sudah bisa bernafas lega dan berlalu-lintas dengan aman dan nyaman.
“Memang sementara pembangunan masih berjalan sehingga jalan tersebut belum selesai secara sempurna. Namun kondisi jalan yang sudah mulai mulus dan bagus ini saja sudah sangat menggembirakan hati kami para warga,” ucapnya.
Untuk diketahui, paket pekerjaan rekonstruksi atau peningkatan kapasitas struktur jalan di Kelurahan Belo dikerjakan oleh CV. Trinitas, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 23 Februari 2022, dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender. (Yantho Sulabessy Gromang)
