Butuh Biaya Besar Untuk Penanganan Banjir Malaka

Banjir di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur yang selalu terjadi setiap tahun
Banjir di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur yang selalu terjadi setiap tahun

Kupang, inihari.co – Bencana banjir bandang yang setiap tahun selalu menerjang dua desa di kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, yakni Desa Sikun dan desa Airae sulit diantisipasi karena ada dua sungai besar yang melewati kedua desa tersebut, yakni sungai Benenain dan Noemuti.

“Untuk penanganan banjir di dua Desa itu butuh biaya yang sangat besar karena harus dilakukan normalisasi dan pengerukan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tini Thadeus saat jumpa pers dengan awak media cetak dan elektronik di Kupang, Senin (20/1).

Di wilayah itu katanya, setiap musim hujan terdapat sekitar 350 anak sungai yang bermuara ke Sungai Benanain sehingga membawa material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air ke Sungai Benanain sehingga terjadi pengendapan.

“Sungai Benanain sangat panjang dan berkelok-kelok berbentuk huruf “S”. Sungai itu merupakan induk dari 350 sungai kecil yang bermuara ke sana,” jelas Tini.

Berdasarkan daftar isian penggunaan anggaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Timur, pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp 3,1 miliar. Namun anggaran itu tidak menentu karena harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkirakan besarnya dana untuk penanganan banjir sebesar Rp10 Triliun. “Dana itu digunakan untuk penanganan mulai di hulu hingga ke hilir sungai termasuk pembangunan tanggul sepanjang 38 kilometer,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur, Andre Koreh. (JJ)

Pos terkait