Dana Rp 1,2 Miliar Untuk Metro TV Diprotes Wartawan Lokal

Aliansi Wartawan NTT saat mendatangi Kantor DPRD setempat memprotes kebijakan Pemprov NTT yang mengalokasikan anggaran bagi Metro TV sebesar Rp1,2 miliar rupiah (foto : Jhon Seo/nttterkini.com)
Aliansi Wartawan NTT saat mendatangi Kantor DPRD setempat memprotes kebijakan Pemprov NTT yang mengalokasikan anggaran bagi Metro TV sebesar Rp1,2 miliar rupiah (foto : Jhon Seo/nttterkini.com)

Laporan Andi Ilham Sulabessy
Puluhan wartawan media lokal di Kupang yang tergabung dalam Aliansi Wartawan NTT, Senin 8 Desember 2014 siang mendatangi Kantor DPRD setempat memprotes kebijakan pemerintah NTT yang mengalokasikan anggaran bagi Metro TV sebesar Rp1,2 miliar rupiah.
Aliansi Wartawan NTT ini menuntut pemerintah Provinsi NTT harus lebih memperhatikan media lokal ketimbang media nasional karena media lokal yang setiap hari meliput kegiatan pemerintah dan DPRD NTT.
Wakil Ketua DPRD NTT Gabriel Beri Bina yang menerima para wartawan menyatakan mendukung sikap para wartawan itu untuk memprotes kebijakan anggaran bagi Metro TV.
“Sikap kami mendukung teman-teman wartawan. Dan kami berjanji akan membahas masalah tersebut pada sidang anggaran yang sementara berlangsung,” kata Beri Bina.
Seperti yang dilansir nttterkini.com, Kepala Biro Humas NTT Lambertus Ibi Riti mengatakan bahwa pengalokasian anggaran bagi Metro TV sebesar Rp1,2 miliar tersebut atas perintah Gubernur NTT Frans Lebu Raya.
Namun dia membantah ada diskriminasi anggaran bagi media lokal, karena pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar bagi media lokal.
Juven Nitano, Wartawan Radio Madika menyatakan kekesalannya atas sikap Biro Humas yang terkesan diskriminasi terhadap media lokal. “Yang membangun NTT adalah media lokal,” katanya.
Untuk itu kepada DPRD, dirinya meminta agar rencana alokasi anggaran untuk Metro TV segera dibatalkan.

Pos terkait